Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

FFI 2019 Perketat Proses Seleksi Film Terbaik

Selasa 24 Sep 2019 07:38 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Nia Dinata

Nia Dinata

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Tim penyeleksi dipilih dari kalangan yang benar-benar mengerti film.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Festival Film Indonesia (FFI) 2019 memperketat penilaian dalam menyeleksi film terbaik tahun ini. Ketua Pemilihan dan Penilaian Komite FFI Nia Dinata mengatakan, ada penambahan proses seleksi yang menjadi pembeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya.

"Kurasi film mendatang melibatkan tim seleksi yang terdiri dari kurator berbagai profesi, ada akademisi, jurnalis, pekerja film, dan seniman. Orang-orang berintegritas yang benar-benar mengerti literasi film," ujarnya.

Baca Juga

Tim tersebut bertugas menyeleksi seluruh film yang lulus sensor dan telah tayang di bioskop Indonesia sebelum menjadi daftar pendek berisi sekitar 30-50 judul. Lantas, puluhan judul lanjut dinilai oleh asosiasi profesi hingga penetapan nominasi.

Malam pengumuman nominasi dan ekshibisi FFI 2019 bakal berlangsung pada November 2019. Setelahnya, terdapat pemutaran film nominasi ajang dengan julukan Piala Citra itu di sejumlah kota yang memiliki bioskop dan sekolah seni.

Pemilihan pemenang kemudian dilakukan dengan mekanisme voting oleh anggota FFI. Selama Desember 2019 menuju malam penghargaan di bulan yang sama, akan berlangsung pemutaran film di berbagai ruang sekitar Moda Raya Terpadu (MRT).

Piala Citra 2019 ingin semakin mengukuhkan posisi sebagai otoritas kualitas film Indonesia. Tahun ini, ajang mengusung tema besar #FilmBagusCitraIndonesia dengan menyoroti tiga kriteria utama yaitu gagasan dan tema, kualitas estetika, serta profesionalisme.

Nia menyampaikan, film yang berhak mengikuti seleksi adalah yang sudah tayang di bioskop umum/berbayar/pemutaran khusus selama periode 1 Oktober 2018 sampai 30 September 2019. "Kami juga tidak melupakan film pendek, animasi, dan dokumenter karena banyak yang berkualitas dan masuk ke ajang festival film dunia," ucap sutradara 50 tahun itu.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile