Rabu 25 Sep 2019 16:37 WIB

Setelah Diguyur Hujan, Kualitas Udara Palembang Membaik

Sampai lepas siang hari ini udara kota Palembang terasa membaik.

Suasana bandara dan stasiun kereta api ringan di Palembang, Rabu siang (25/9).
Foto: Muhammad Subarkah
Suasana bandara dan stasiun kereta api ringan di Palembang, Rabu siang (25/9).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG — Setelah sehari sebelumnya diguyur hujan, sampai lepas siang hari ini udara kota Palembang terasa membaik. Jarak pandang menjadi lumayan jauh. Meski begitu bayangan kelabu masih membayang diufuk langit pertanda asap Karhutala masih banyak yang mengepul.

‘’Udara hari ini lumayan, meski belum normal. Kabut asap masih terlihat tipis. Tapi langit mulai kelihatan. Udara terasa ta sesak, Lumayanlah,’’ kata Zuhri, warga Palembang dalam perjalanan naik kereta ringan menuju Bandara Palembang, Rabu, (25/9).

Zuhri menceritaan, situasi yang terjadi pada hari ini berbeda sekali dengan suasana udara kota Palembang beberapa hari sebelumnya. Saat itu asap terasa pekat. Kalau naik motor kerapkali terasa edih di mata.

‘’Jumat lalu pekat sekali. Panas banget rasanya. Sumpek. Untunglah sekarang hujan turun. Untungnya petir juga tak terjadi,’’ ujarnya.

Dia mengaku tak tahu persis apakah hujan itu turun akibat adanya program hujan buatan atau tidak. Namun yang penting berkat air hujan udara terasa seperti dicuci. Dan mudah-mudahan pula kebakaran lahan dan hutan serta asap mulai padam.

‘’Kasihan anak-anak kami mas. Hujan membuat mereka semakin sengsara tak leluasa bermain dan sekolah,’’ tandas Zuhri seraya menyatakan terus berhap semakin hari situasi udara di kota Palembang semakin membaik.

Akiba udara mulai bersih warga terlihat kota semakin ceria menikmati berbagai aktivitasnya masing-masing. Lalu lintas sepanjang hari terlihat semarak. Bahkan demontrasi mahasiswa pun sempat terlihat di pusat kota, yakni dikantor DPRD Palembang. Mereka berdemontrasi dengan tertib sembari dijaga polisi. Warga banyak yang menontonnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement