Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Melarang Cadar dan Celana Cingkrang tak Sesuai di Indonesia

Senin 04 Nov 2019 02:47 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah

Tamrin Tomagola

Tamrin Tomagola

Foto: Antara
Penggunaan celana cingkrang tak bisa langsung dikonotasikan dengan kelompok radikal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosiolog Universitas Indonesia, Tamrin Tomagola menyayangkan wacana larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang yang pernah diungkapkan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Tamrin merasa wacana itu memang tak sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia.

 

Dia mengungkap sudah sejak lama negara dan agama dianggap dua hal yang sulit dipisahkan dari Indonesia. Ia mengingatkan pemerintah untuk menindak kelompok radikal, bukan malah mewacanakan larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang.

Baca Juga

"Tentu kalau ada kejadian yang disebabkan kelompok ekstrim di Indonesia, maka seharusnya tindak langsung. Bukannya dengan melarang penggunaan celana cingkrang," katanya dalam kegiatan paparan survei di Jakata, Ahad (3/11).

Ia merasa penggunaan celana cingkrang tak bisa langsung dikonotasikan dengan kelompok radikal di Indonesia. Sehingga pengguna celana cingkrang dan cadar tak bisa dicap radikal begitu saja. "Tidak bisa langsung dicap begitu (radikal) kalau anda pakai celana cingkrang atau cadar," sebutnya.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi pernah berencana melarang pengguna niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah.Tujuannya demi alasan keamanan menyusul penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile