Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menang dari Timor Leste, Fakhri Sebut Banyak Evaluasi

Rabu 06 Nov 2019 19:18 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pesepakbola Timnas Indonesia David Maulana (kiri) melakukan selebrasi usai memasukan bola ke gawang Timnas Timor Leste pada pertandingan kualifikasi AFC U-19 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (6/11).

Pesepakbola Timnas Indonesia David Maulana (kiri) melakukan selebrasi usai memasukan bola ke gawang Timnas Timor Leste pada pertandingan kualifikasi AFC U-19 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (6/11).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Fakhri menilai meski menang dari Timor Leste, Timnas menilai minim penyelesaian akhir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional U-19 Indonesia berhasil menang 3-1 atas Timor Leste pada laga perdana Grup K Kualifikasi Piala AFC U-19 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (6/11). Meski sukses meraih kemenangan, pelatih tim nasional U-19 Indonesia, Fakhri Husaini mengatakan banyak hal yang perlu dievaluasi skuat Garuda Nusantara, terutama dalam penyelesaian akhir. Namun, Fakhri tetap bersyukur atas raihan tiga poin pada laga perdana tersebut.

Menurut Fakhri, bukan hal mudah bagi pemain semuda mereka untuk menerima beban ekspektasi masyarakat untuk meraih kemenangan. Fakhri menilai para pemain jadi terbebani secara mental. "Karena ada harapan besar dari masyarakat, itu terlihat, meski menang, ada beberapa yang harus diperbaiki supaya mereka tampil lebih baik," kata Fakhri usai laga, Rabu (6/11).

Baca Juga

Dia mengungkapkan, saat latihan para pemain bisa melakukan penyelesaian akhir dengan baik. Namun, dia menyayangkan banyak peluang yang terbuang, terlebih skuat Garuda Nusantara lebih diuntungkan dalam jumlah pemain setelah Nelson Pinto mendapatkan hukuman kartu merah pada menit ke-58. Hal itu, kata dia, tentu tak terlepas dari tekanan yang membebani para pemain untuk memenangkan pertandingan tersebut.

"Tidak mudah bagi mereka di usia ini bisa keluar dari tekanan (ekspektasi masyarakat ), tapi jika dari tekanan pemain lawan mereka bisa mengatasi," kata pelatih berusia 54 tahun itu.

"Evaluasinya, mereka kurang percaya diri, terlalu terburu-buru dan yang menjadi catatan adalah dalam finishing," tambah dia.

Mengenai kunci kemenangan, Fakhri menilai masuknya Mochamad Supriadi pada menit ke-53 berhasil menjadi pembeda pada pertandingan tersebut. Dengan masuknya Supriadi, kata dia, Bagus Kahfi didorong ke depan untuk memberikan tekanan kepada Timor Leste. Dia juga tak menyangkal kartu merah yang diberikan oleh wasit menjadi keuntungan bagi skuat Garuda Nusantara.

"Dua faktor itu membuat kami menguasai permainan dan mendapatkan banyak peluang," jelas Fakhri.

Sementara itu, Fakhri menilai man of the match pada laga tersebut patut diberikan kepada Salman Alfarid. Pasalnya, kata dia, Salman berhasil menghentikan gerakan Paulo Domingos Freitas yang berpotensi menjadi gol.

Di samping itu, dia menilai seluruh pemain bermain dengan baik selama 93 menit. Hanya saja, terjadi kesalahan passing oleh pemain belakang yang membuat kiper terpaksa melakukan pelanggaran di kotak terlarang dan berujung kebobolan melalui tendangan penalti.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile