Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Terkuak! Orang Kaya Ternyata Lebih Suka Langgar Aturan daripada yang Tidak Berharta

Senin 16 Dec 2019 08:13 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Terkuak! Orang Kaya Ternyata Lebih Suka Langgar Aturan daripada yang Tidak Berharta. (FOTO: Unsplash/Sharon Mccutcheo)

Terkuak! Orang Kaya Ternyata Lebih Suka Langgar Aturan daripada yang Tidak Berharta. (FOTO: Unsplash/Sharon Mccutcheo)

Karena pada dasarnya, para miliarder tidak senang diatur.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

 

Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang miliarder pada umumnya senang melanggar aturan karena memiliki pikiran yang ‘nyentrik’. Mereka kerap melanggar hukum karena pada dasarnya, para miliarder tidak senang diatur. Mereka senang mengeksplor hal-hal baru karena berjiwa ekstrovert.

Baca Juga

Mengutip laman Business Insider, Senin (16/12/2019), hasil studi psikologis yang dilakukan peneliti Jerman bernama Rainer Zitelmann yang ditujukan pada 43 miliarder di seluruh dunia mengatakan hal demikian.

Baca Juga: Bank Ini Hanya Layani Nasabah Orang Kaya, Rakyat Jelata Gak Bisa Apa-Apa

Seperti yang diketahui banyak orang, seorang miliarder dikenal sebagai CEO atau bos yang memiliki jiwa kepemimpinan. Namun, nyatanya hal tersebut tidak terbukti. Mereka justru menyukai hal baru, salah satunya dengan melakukan hal-hal yang tak lazim seperti tidak tertib.

"Meski mereka memiliki masalah dengan otoritas, mereka memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi, lebih terbuka untuk pengalaman baru, dan lebih ekstrovert daripada populasi secara keseluruhan," jelas Zitelmann.

Baca Juga: Prediksi Kekayaan Lewat Wajah Seseorang, Kamu Termasuk Jelata atau Kaya Raya?

Zitelmann melakukan penelitian ini kepada para pengusaha dan investor yang memiliki kekayaan setidaknya 11 juta dolar AS atau sekitar Rp 154 miliar.

Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan 50 pertanyaan kepada masing-masing miliarder yang berisi tes kepribadian, berdasarkan Teori Lima Faktor Kepribadian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile