Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kapal Asal Malaysia Dibawa Kabur Lantaran ABK tak Digaji

Senin 23 Dec 2019 16:40 WIB

Red: Nur Aini

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) didampingi jajaran Dit Reskrimsus memberikan keterangan pers dalam rilis tindak pidana pelayaran, penggelapan, pencurian dan perusakan secara bersama-sama dengan objek Kapal IK Merdeka di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) didampingi jajaran Dit Reskrimsus memberikan keterangan pers dalam rilis tindak pidana pelayaran, penggelapan, pencurian dan perusakan secara bersama-sama dengan objek Kapal IK Merdeka di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Kapal Malaysia yang dibawa kabur dipotong untuk dijual sebagai besi tua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap tiga orang yang membawa kabur sebuah kapal bernama IK Merdeka milik perusahaan Jasmarine asal Malaysia.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, setelah diperiksa, ketiganya mengaku membawa kabur kapal itu lantaran tidak digaji selama tiga bulan. Kapal tersebut dibawa kabur ke Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk dipotong dan dijual sebagai besi tua.

Baca Juga

"Kapal itu dibawa kabur karena pemilik kapal sudah tiga bulan tidak membayar gaji seluruh ABK (anak buah kapal) kapal termasuk nahkoda, yang kemudian melakukan tidak pidana memotong, kemudian menjual kapal tersebut dan menghilangkan barang bukti yang ada, termasuk kapal tersebut," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (23/12).

Ketiga pelaku yang berkewarganegaraan Indonesia itu berinisial IR selaku nahkoda, THS yang berperan mengurus dokumen dan JC yang membiayai ongkos pemotongan. Kapal tersebut seharusnya berangkat dari Pelabuhan Merak di Banten, menuju Port Klang di Malaysia. Namun, awak kapal yang sudah berniat untuk membawa kabur kapal tersebut membelokkan kapal ke Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Kapal tersebut berangkat dari Merak dengan tujuan ke Malaysia, karena kapal ini milik perusahaan Jasmarine di Malaysia, tapi di tengah perjalanan kapal dibelokkan ke Tanjung Priok tanpa melapor ke Syahbandar," katanya.

Kasus itu terjadi pada 11 Januari 2018, ketiganya sempat melarikan diri meski kemudian ketiganya berhasil ditangkap. "Pelaku sempat masuk DPO (daftar pencarian orang)," tutur Yusri.

Kepala Subdirektorat III Sumber Daya dan Lingkungan (Sumdaling) Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ganis Setyaningrum menjelaskan bahwa kasus itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Para pelaku sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Kapal yang dibawa kabur para pelaku adalah kapal pembersih pipa bawah laut yang harganya ditaksir mencapai Rp 100 miliar.

Saat ditemukan petugas, peralatan navigasi, dek helikopter, dan kabel-kabel kapal tersebut telah hilang dan hanya menyisakan rangka luarnya saja.

"Hanya tersisa casing saja," ujar Ganis.

IR sempat melakukan gugatan perdata soal gaji itu ke Pengadilan Negeri Serang, Banten tetapi ditolak. "Karena tidak puas, pelaku melakukan upaya untuk menguasai kapal," kata dia.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile