Kamis 02 Jan 2020 23:50 WIB

RSUD Meulaboh Berhentikan Ratusan Tenaga Medis Honorer

Ada sekitar 272 orang tenaga medis RSUD Meulaboh yang terpaksa diberhentikan

Tenaga medis.  (ilustrasi)
Foto: Antara
Tenaga medis. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat resmi memberhentikan dengan hormat ratusan tenaga medis yang berstatus honor atau tenaga harian lepas (THL). “Ada sekitar 272 orang tenaga medis yang terpaksa diberhentikan, semuanya tenaga honorer (THL),” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat RSUD CND Meulaboh, Susi, Kamis (2/1) malam.

Menurutnya, pemberhentian tersebut dilakukan manajemen karena imbas dari penurunan kelas rumah sakit milik pemerintah daerah setempat, dari tipe B menjadi tipe C. Akibatnya, manajemen rumah sakit tidak mampu membiayai sebagian besar tenaga honorer karena jumlah pendapatan yang diperoleh, secara otomatis berkurang.

Baca Juga

“Manajemen RSUD Meulaboh mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas pengabdian dan jasa yang selama ini telah dilakukan tenaga medis,” kata Susi menambahkan.

Apabila nantinya kembali dibutuhkan, maka manajemen rumah sakit setempat akan kembali melakukan perekrutan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Susi juga memastikan meski sudah memberhentikan 272 orang tenaga harian lepas, namun pelayanan kepada masyarakat di rumah sakit milik pemerintah daerah setempat, tetap berjalan normal seperti biasanya. Bahkan di beberapa pelayanan medis, juga tetap dilayani oleh tenaga dokter, perawat, maupun tenaga medis lainnya berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan ratusan tenaga honorer (THL) lainnya.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement