Selasa 07 Jan 2020 16:43 WIB

Masjid Sheikh Zayed Hadirkan Lokakarya Arsitektur Islam

Lokakarya arsitektur Islam membahas estetika seni.

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Nashih Nashrullah
Masjid Sheikh Zayed, Abu Dhabi
Foto: Gulfnews TV
Masjid Sheikh Zayed, Abu Dhabi

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI – Masjid Agung Sentral Sheikh Zayed (SZGMC) meluncurkan program budaya baru yang berjudul 'Ewan El Jami'. Program ini merupakan serangkaian lokakarya yang membahas estetika seni Islam dan desain arsitektur.  

Program lokakarya ini menargetkan kelompok umur dan segmen masyarakat yang berbeda. Fokus yang dikuatkan adalah aspek unik arsitektur Islam, serta detail desain dan gaya inovatif dari berbagai era peradaban Islam  

Baca Juga

Detail ini termasuk ukiran, patung, gambar, ornamen, kaligrafi Arab dan seni lainnya, yang disajikan spesialis terpilih dalam seni dan arsitektur Islam dari dalam negeri dan luar negeri.  

Direktur Departemen Komunikasi Budaya di masjid tersebut, Amal Banatraf, mengatakan gagasan program ini bermula dari kepercayaan masjid akan nilai seni dan budaya kepada masyarakat dan kehidupan sosial. 

"Hubungan ini sebagai media komunikasi yang menghubungkan orang-orang dari budaya yang berbeda  di seluruh dunia," ujarnya dilansir di WAM, Selasa (7/1)  

Keyakinan tersebut sejalan dengan pesan beradab dan berbudaya yang dimiliki Masjid Agung Sheikh Zayed. Hal ini berasal dari visi almarhum pendiri masjid, Sheikh Zayed bin Sultan al Nahyan, yang berusaha untuk menghidupkan kembali keuntungan dari warisan peradaban Islam yang kaya.  

SZGMC berafiliasi dengan Kementerian Urusan Presidensial disponsori oleh H.H. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan selaku Wakil Perdana Menteri dan Menteri Urusan Presidensial. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement