Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Madiun Andalkan Pompa untuk Atasi Banjir

Senin 13 Jan 2020 16:06 WIB

Red: Nur Aini

Pelajar mengendarai sepeda motor melintasi jalan yang terendam banjir di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (29/4/2019).

Pelajar mengendarai sepeda motor melintasi jalan yang terendam banjir di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (29/4/2019).

Foto: Antara/Siswowidodo
Madiun memiliki sembilan mesin pompa air.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun Jawa Timur akan mengoptimalkan mesin pompa air yang dimiliknya guna mengantisipasi dan mengatasi bencana banjir yang rawan terjadi di wilayahnya selama musim hujan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun Jariyanto mengatakan secara keseluruhan pihaknya memiliki sembilan mesin pompa air yang terpasang di sembilan titik lokasi.

Baca Juga

"Sembilan mesin pompa air tersebut semuanya aktif. Pompa-pompa tersebut bersiaga selama 24 jam mengantisipasi genangan dan banjir jika sewaktu-waktu terjadi," ujar Jariyanto kepada wartawan di Madiun, Senin (13/1).

Menurut dia, sembilan pompa air permanen tersebut di antaranya terpasang di Jalan Pandan, Jalan Kaswari, Gang Pancasila. Lalu di Kelurahan Madiun Lor, Sogaten, dan Patihan. Selain itu juga terdapat pompa air mobile yang digunakan saat terjadi kondisi darurat. Masing-masing pompa air tersebut rata-rata berkapasitas 1.000-1.500 meter kubik per detik, termasuk pompa air mobile.

"Selain pompa yang terpasang menetap atau permanen, kita juga punya yang mobile. Mobile itu dibutuhkan ketika kondisi darurat," katanya.

Ia menilai jika curah hujan sedang tinggi dan Kota Madiun menerima kiriman air hujan dari wilayah Kabupaten Madiun dan Ponorogo, maka memang harus memaksimalkan pompa-pompa yang ada. Hal itu agar tidak muncul genangan ataupun banjir.

Jariyanto menambahkan, selain memaksimalkan sembilan pompa yang ada, untuk mengatasi banjir di wilayah Kota Madiun, pemkot juga bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo. Hal itu untuk mengoptimalkan pengoperasionalan pompa air yang dimilikinya.

Sementara berdasarkan pemetaan BPBD Kota Madiun, daerah rawan banjir di wilayah setempat terdapat di sejumlah kelurahan, di antaranya Kelurahan Tawangrejo, Kelun, Pilangbango, Rejomulyo, Nambangan Kidul, dan Nambangan Lor.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile