Ahad 26 Jan 2020 18:37 WIB

BPBD dan Basarnas Cari Korban Tenggelam Sungai Bener

Beberapa warga melihat korban tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda
Basarnas dan BPBD Cilacap cari korban hanyut di Sungai Bener. Foto tim SAR mencari korban hanyut di sungai, (ilustrasi).
Foto: Antara/Kahfie Kamaru
Basarnas dan BPBD Cilacap cari korban hanyut di Sungai Bener. Foto tim SAR mencari korban hanyut di sungai, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Personel tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, Basarnas Cilacap dan elemen SAR lainnya, sepanjang Ahad (26/1), melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Bener di Kabupaten Banyumas.  Korban yang dilaporkan hanyut bernama Sanirsad (80 tahun), warga Desa Pekaja RT 002 RW 002 Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

''Korban dilaporkan tenggelam pada Sabtu (25/1) siang," jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap, I Nyoman Sidakarya, Ahad (26/1).

Baca Juga

Dia mengaku mendapat informasi hanyutnya korban pada Ahad (26/1) pagi. Setelah berkoordinasi dengan tim SAR terkait di Banyumas, pihak Basarnas memberangkatkan tim ke lokasi untuk membantu melakukan pencarian.

Kejadian hanyutkan korban, menurut Nyoman, diketahui dari beberapa orang saksi di lokasi kejadian. Saat itu, korban terlihat sedang mandi di Sungai Bener yang melintas di Desa Pekaja Kecamatan Kalibagor. Sungai Bener ini, bermuara di Sungai Serayu.

 ''Saat itu, beberapa warga melihat korban tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai. Beberapa tidak sempat memberi pertolongan, karena tubuh korban kemudian tenggelam dan hilang di bawah permukaan air,'' katanya.

Untuk membantu pencarian, Tim dari Basarnas Cilacap memberangkatkan satu regu Basarnas beserta peralatan lengkap di air seperti perahu karet dan Mopel, Life Jacket, Ring Bouy, tali kermantel. Pencarian tidak hanya dilakukan di lokasi korban terakhir terlihat, tapi juga menelusuri wilayah hilir sungai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement