Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

 

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Belanda Minta Maaf Terlibat Holocaust

Senin 27 Jan 2020 06:41 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Monumen Holocaust di Berlin. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf karena negaranya terlibat Holocaust.

Monumen Holocaust di Berlin. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf karena negaranya terlibat Holocaust.

Foto: Irfan Junaidi/www.republika.co.id
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf karena negaranya terlibat Holocaust

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf karena negaranya terlibat dalam Holocaust atau pembantaian Yahudi selama Perang Dunia II. Ia menjadi perdana menteri Belanda pertama yang membuat permintaan maaf resmi semacam itu.

 

"Dengan para penyintas yang tersisa di antara kita, saya meminta maaf atas nama pemerintah atas tindakan pemerintah (Belanda) saat itu," kata Rutte dalam acara peringatan 75 tahun pembebasan kamp Auschwitz pada Ahad (26/1).

Baca Juga

Rutte mengisyaratkan bahwa permintaan maaf memang perlu dilakukan. "Saya melakukannya, menyadari bahwa tidak ada kata yang dapat menggambarkan sesuatu yang begitu besar dan mengerikan seperti Holocaust," ujarnya.

Holocaust diduga menyebabkan enam juta warga Yahudi terbunuh selama Perang Dunia II. Sekitar 102 ribu di antaranya berasal dari Belanda. "Kami bertanya pada diri sendiri bagaimana ini bisa terjadi?" kata Rutte.

"Secara keseluruhan, kami melakukan terlalu sedikit. Tak cukup perlindungan, tak cukup bantuan, tak cukup pengakuan," ujar Rutte.

Sebelumnya Pemerintah Belanda pernah meminta maaf kepada para penyintas Holocaust. Akan tetapi Belanda berupaya menghindar untuk mengecam keterlibatannya dalam penganiayaan dan persekusi terhadap orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile