Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polri Ungkap Penyelundupan 120 Manusia ke Prancis

Selasa 10 Mar 2020 20:32 WIB

Red: Ratna Puspita

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri)

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tersangka rekrut ABK yang menyelundupkan 120 WN Sri Lanka dari Indonesia ke Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bareskrim Polri menangkap Rizal alias Lizar, tersangka kasus penyelundupan manusia ke Prancis, di Pelabuhan Tanjung Balai, dekat PLTU Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (10/3). Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap tersangka Rizal hari ini," kata Komjen Sigit saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Baca Juga

Tersangka Rizal adalah perekrut tiga anak buah kapal (ABK) bernama M. Aziz, Haryanto dan satu ABK lainnya. Tiga ABK ini telah menyelundupkan 120 WN Sri Lanka dari Indonesia ke Pulau Reunion, Prancis.

Ratusan WN Sri Lanka itu awalnya hanya transit di Indonesia dan tengah mencari suaka. Kemudian, tersangka dan tiga ABK-nya menjanjikan kepada para WN Sri Lanka tersebut untuk diberangkatkan ke Prancis agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo menambahkan, ratusan WNA itu diselundupkan menggunakan kapal melalui jalur Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat ke Prancis pada April 2019. "Diselundupkan pada April 2019 melalui Pelabuhan Ratu," ungkap Brigjen Ferdy.

Kemudian setibanya di Prancis, Otoritas Prancis menangkap 120 WN Sri Lanka tersebut dan tiga ABK. "Tiga ABK ini diproses hukum di Prancis. Dua di antaranya (M. Aziz dan Haryanto) sudah dipulangkan ke Indonesia," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka Rizal dijerat dengan Pasal 120 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile