Selasa 17 Mar 2020 17:47 WIB

Layanan Rekam Data KTP-el Dihentikan Sementara

Untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak, Disdukcapil akan tetap melayani.

Rep: Eko Widiyatno / Red: Agus Yulianto
Perekaman data KTP-el yang dilakukan Disdukcapil.
Foto: Wahyu Suryana.
Perekaman data KTP-el yang dilakukan Disdukcapil.

REPUBLIKA.CO.ID,  CILACAP -- Pelayanan rekam data untuk kebutuhan pembuatan KTP- el baru di wilayah Kabupaten Cilacap, untuk sementara dihentikan. Kepala Disdukcapil Cilacap Kosasih menyebutkan, kebijakan tersebut diputuskan berdasarkan petunjuk dari Dirjen Dukcapil Kemendagri dalam menyikapi perkembangan Covid-19.

''Layanan rekam data untuk kebutuhan pembuatan KTP elektronik, dihentikan sementara selama dua-tiga pekan sejak hari ini. Penghentikan layanan ini bukan karena blanko KTP elektronik sedang kosong. Tapi semata-mata untuk mencegah berkembangnya  penyakit Covid 19,'' jelasnya, Selasa (17/3).

Menurutnya, penghentian layanan rekam data ini tidak hanya berlaku pada layanan yang ada di kantor dindukcapil saja. Tapi, juga layanan rekam data yang diberikan di seluruh kantor kecamatan di Kabupaten Cilacap.

Dengan adanya kebijakan ini, kata Kosasih, Dindukcapil otomatis juga tidak bisa memberikan Suket (Surat Keterangan) pengganti KTP-el bagi pemohon KTP-el baru.

Meski demikian, dia menyebutkan, untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak, pihaknya akan tetap melayani. Antara lain, untuk kepentingan pendidikan, mengurus BPJS, atau kebutuhan administrasi rumah sakit.

Kosasih mengatakan, kebijakan penghentian layanan rekam data ini, sudah diumumkan pada masyarakat melalui camat di masing-masing wilayah. Melalui informasi yang diberikan pada para camat, dia berharap, informasi tersebut bisa disampaikan kepada desa yang kemudian menyampaikan pada masyarakat.

Dia menambahkan, penghentian layanan Dindukcapil ini hanya terbatas pada adminduk yang membutuhkan rekam data. Sedangkan untuk layanan administrasi kependudukan lainnya, tatap bisa dilayani melalui pendaftaran online. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْ ۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُ ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَا ۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

(QS. Al-Fath ayat 15)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement