Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ekspor Lesu Akibat Covid-19, Industri Sawit Tetap Beroperasi

Sabtu 11 Apr 2020 16:44 WIB

Rep: Dedi Darmawan/ Red: Muhammad Hafil

Ekspor Lesu Akibat Covid-19, Industri Sawit Tetap Beroperasi. Foto: Perkebunan sawit, ilustrasi

Ekspor Lesu Akibat Covid-19, Industri Sawit Tetap Beroperasi. Foto: Perkebunan sawit, ilustrasi

Foto: Antara
Industri sawit tetap beroperasi di masa pandemi covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri minyak sawit menyatakan, kegiatan di perkebunan dan pabrik kelapa sawit hingga saat ini masih tetap normal kendati kinerja ekspor minyak sawit masih lesu akibat pandemi Covid-19.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, menuturkan,  industri perkebunan dan industri hilir sawit masih diizinkan pemerintah untuk beroperasi secara normal. Termasuk, kegiatan para petani di perkebunan kelapa sawit sehingga petani masih dapat memanen TBS (tandan buah segar) dan menjualnya ke pabrik.

Baca Juga

"Kami sudah membahas dari berbagai aspek perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Ternyata semuanya berjalan normal, karena itu belum saatnya bicara soal pemutusan hubungan kerja," kata Derom dalam keterangannya, Sabtu (11/4).

Ia menuturkan, harga TBS di Provinsi Riau, misalnya, masih cukup bagus. Harga TBS kualitas terbaik periode 8-14 April yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp 1.815 per kilogram (kg). Namun ia tak menampik, biasanya harga yang dibayarkan kepada petani kemungkinan di bawah harga itu atau sekitar Rp 1.700 per kg

Di provinsi lain, kata Derom, bahkan lebih rendah. "Tapi secara umum masih lebih baik dari harga pada pertengahan di tahun lalu," kata Derom.

Oleh karenanya, pihaknya mendorong seluruh perkebunan dan industri kelapa sawit, termasuk para petani melalui Apkasindo untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah. Yakni dalam hal menjaga jarak sosial dan fisik ketika sedang bekerja.

Pihaknya meyakini, jika semua unsur terkait mematuhi protokol Covid-19, sektor perkebunan dan industri kelapa sawit akan terhindar dari penyebaran virus corona. Dengan begitu, operasional kegiatan memanen TBS dan kegiatan produksi di pabrik akan terus berjalan. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile