Rabu 29 Apr 2020 01:00 WIB

Pemain Ganda Campuran Ambil Hikmah Usai Olimpiade Ditunda

Konsistensi menjadi pekerjaan rumah Melati yang harus terus diperbaiki.

Red: Endro Yuwanto
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Melati Daeva Oktavianti (kanan) dan rekannya Praveen Jordan.
Foto: Antara via Reuters/Andrew Boyers
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Melati Daeva Oktavianti (kanan) dan rekannya Praveen Jordan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 yang digeser ke tahun depan, yakni dari sebelumnya 24 Juli-9 Agustus 2020 menjadi 23 Juli-8 Agustus 2021, tidak membuat pebulu tangkis spesialis ganda campuran Tanah Air, Melati Daeva Oktavianti, patah semangat. Atlet yang kerap berpasangan dengan Praveen Jordan itu justru mengambil hikmah dari penundaan tersebut.

Melati memanfaatkan rentang waktu yang ada untuk terus memoles penampilannya, sehingga bisa bermain maksimal di olimpiade tahun depan.

“Penundaan Olimpiade itu membuat pikiran jadi lebih longgar. Sebetulnya kami memang sudah persiapan penuh untuk olimpiade tahun ini. Tapi karena ditunda, maka kami manfaatkan saja waktu yang ada untuk memperbaiki semua kekurangan,” kata Melati dikutip dari laman resmi PBSI, Selasa (28/4).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Serang, 26 Oktober 1994 itu mengungkapkan, persiapan untuk olimpiade berbeda dengan persiapan turnamen lainnya. Ada rasa tegang yang ia rasakan meskipun hanya di sesi latihan. “Rasanya sulit dijelaskan,” ungkap Melati.