Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pengendalian Harga Gula Terganjal Repackaging Gula Rafinasi

Selasa 28 Apr 2020 19:15 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha

Pemerintah terus berupaya melakukan pengendalian harga gula pasir yang saat ini masih menembus Rp 17 ribu per kg di pasaran. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) gula sebesar Rp 12.500 per kg.

Pemerintah terus berupaya melakukan pengendalian harga gula pasir yang saat ini masih menembus Rp 17 ribu per kg di pasaran. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) gula sebesar Rp 12.500 per kg.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Naiknya harga gula disebabkan oleh defisit pasokan di sejumlah wilayah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus berupaya melakukan pengendalian harga gula pasir yang saat ini masih menembus Rp 17 ribu per kg di pasaran. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) gula sebesar Rp 12.500 per kg.

Naiknya harga gula diperkirakan karena defisit pasokan yang terjadi di 30 provinsi di Indonesia. Pemerintah juga harus menjamin ketersediaan pasokan ini demi menutup kebutuhan gula pada Maret-April sebesar 302.000 ton.

Baca Juga

Salah satu jurus yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengalihkan produksi gula rafinasi atau gula industri menjadi gula konsumsi. Namun pada praktiknya, pengalihan gula rafinasi menjadi gula konsumsi ini tidak bisa secara cepat dilakukan. Airlangga menyampaikan, masih ada kendala pengemasan ulang yang membuat belum seluruh gula rafinasi bisa masuk ke pasar.  

photo
Penjual menimbang gula pasir di Pasar Besar, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (22/4/2020). (ANTARA/Makna Zaezar/)
"Bulog sudah mengontrak sebesar 51.300 ton gula dan diharapkan dari jumlah tersebut ada yang 21.000 ton adalah impor dan 29.000 ton dari pabrik gula dalam negeri. Lalu pengalihan gula rafinasi sebanyak 191.762 ton dan ini adalah masalah repackaging dan izin peredaran. Sehingga akan ada 182.762 yang akan masuk ke pasar," jelas Airlangga, Selasa (28/4).

Kendati begitu, Airlangga menegaskan bahwa ketersediaan gula pasir di pabrik dalam negeri masih cukup banyak untuk menyangga kebutuhan. Produksi gula dari pabrik lokal sepanjang Maret tercatat sebanyak 42.072 ton. Selain itu, pasokan di pabrik gula BUMN dan swasta masih tersedia 47.772 ton.

"Pemerintah akan melihat dan mengawal agar gula ini bisa dikeluarkan di daerah yang membutuhkan terutama di 30 provinsi. Dan nanti kami akan monitor secara mingguan dan pemerintah sudah tugaskan satgas pangan untuk mengawal komoditas tersebut," jelas Airlangga.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile