Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polisi Tangkap Penyekap TKI di Batam

Jumat 01 May 2020 13:15 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Teguh Firmansyah

Penyekapan dan penganiayaan. Ilustrasi

Penyekapan dan penganiayaan. Ilustrasi

Foto: vccoordinator.wordpress.com
Kondisi fisik korban lemah serta memar di sekujur tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kepolisian menangkap pelaku penyekapan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Tembesi, Batam, Kepulauan Riau.

 

TKI tersebut ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah serta memar di sekujur tubuhnya. Namun, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap motif pelaku tersebut.

Baca Juga

"Ini terjadi Kamis (30/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya kami dapat informasi dari WNI yang kerja di Singapura dan dia posting di media sosial kalau temannya ada yang disekap di perumahan situ. Dari situ kami langsung selisih 19 menit ke sana," kata Direskrimum Polda Kepri Kombes Arie Darmanto saat dihubungi Republika.co.id, di Jakarta, Jumat (1/5).

Kemudian, ia melanjutkan tim kepolisian langsung menelusuri wilayah sesuai dengan informasi di media sosial. Petugas lalu sampai ke sebuah rumah yang  kosong. Mereka pun mengetuk pintu dan ada seorang wanita yang keluar. Wanita tersebut mengaku sendiri di rumah tersebut.

"Iya pas kami ketuk yang keluar seorang wanita bernama Lina. Ia tidak mengaku kalau ada orang lain lagi di dalam rumah. Bilangnya sendiri. Tapi akhirnya kami masuk," kata dia.

Ia menambahkan, petugas sempat mendapat perlawanan dari pelaku. Namun, pihaknya tetap mencari keberadaan korban di rumah tersebut dan menemukan seorang perempuan disekap dalam kamar yang kondisi fisiknya lemah dan mukanya babak belur.

Pihaknya langsung mengamankan korban dan pelaku di Polda Kepri untuk dimintai keterangan. Saat ini penyidik pun melakukan pengembangan terkait kasus tersebut termasuk soal dugaan jaringan perdagangan orang. "Kami masih lakukan penyelidikan ya terkait hal tersebut," kata dia.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile