Senin 04 May 2020 23:07 WIB

57 Warga Wondama Jalani Karantina Terpusat

Ada keberatan dari sejumlah warga yang tidak setuju dengan aturan wajib karantina.

Ilustrasi Karantina
Foto: MgIT03
Ilustrasi Karantina

REPUBLIKA.CO.ID,TELUK WONDAMA -- Sedikitnya 57 warga yang baru tiba di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama dari Manokwari melalui kapal KM. Ekspress Bahari, dibawa ke Wisma Isolasi Covid-19 di Iriati untuk menjalani karantina terpusat. Keharusan menjalani karantina selama 14 hari dilakukan dalam rangka mengantisipasi penularan virus corona.

“Semua pelaku perjalanan dari daerah zona merah diharuskan menjalani karantina terpusat di wisma isolasi selama 14 hari untuk mencegah penularan Covid-19,“ kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Teluk Wondama dr. Yoce Kurniawan, Senin (4/5).

Masuknya puluhan warga pada Ahad malam merupakan terbesar setidaknya selama sebulan terakhir semenjak diberlakukan pelarangan operasional transportasi laut oleh Pemda dalam rangka pencegahan virus corona. 

Wakil Bupati Teluk Wondama, Paulus Y Indubri yang saat itu ikut memantau langsung kedatangan para penumpang di Pelabuhan Wasior menyebut warga yang baru tiba merupakan penduduk Kabupaten Teluk Wondama yang tertahan di Manokwari akibat adanya larangan operasional kapal laut.

“Mereka ini sudah mendapatkan rekomendasi dari daerah (Pemkab Wondama) yang dikirimkan ke Gugus Tugas di Manokwari supaya diijinkan pulang. Jadi mereka orang-orang sehat yang sudah mendapatkan surat rekomendasi bahwa mereka sehat dari Gugus Tugas Covid-19 Manokwari, “ jelas Indubri.

Terkait adanya keberatan dari sejumlah warga yang tidak setuju dengan aturan wajib karantina, Indubri meminta mereka memahami bahwa apa yang dilakukan pemerintah itu adalah demi kebaikan bersama. “Ini kan pandemi jadi semua orang harus taat karena ini untuk kebaikan bersama. Siapa yang tahu kalau mereka yang datang ini ada bawa virus, makanya harus dikarantina dulu supaya aman," ucap orang nomor dua Wondama ini.

 

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement