REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bundesliga Jerman adalah liga top Eropa pertama yang menggelar kembali kompetisi di tengah pandemi corona. Itupun pertandingan digelar secara tertutup serta harus melalui protokol kesehatan secara ketat. Memang terasa aneh mengadakan pertandingan tanda kehadiran fan di lapangan.
Di dalam sepakbola sering diistilahkan sebagai pemain ke-12. Kehadirannya juga berperan dalam mengangkat performa tim dan meraih kemenangan. Contohnya suara mereka mengangkan semangat tim sekaigus memberikan teror kepada lawan.
Mantan pemain Manchester United, Dimitar Berbatov mengakui bahwa keberadaan fan di stadion memberikan pengaruh luar biasa. Dia melihat beberapa pertandingan penting dimana fan mampu mengangkat daya serang tim.
“Liverpool tidak akan mengalahkan Barcelona tahun lalu jika pertandingan dimainkan secara tertutup," kata pemain Bulgaria, dilansir dari eurosport, Senin (18/5).
Namun sekarang ini, pertandingan harus digelar tanpa kehadiran fan yang entah sampai kapan. Kendati demikian, banyak yang gembira sepakbola kembali bergulir yang dapat secara bertahap segala hal yang berkaitan dengan sepakbola kembali bergelit, seperti di sektor ekonomi.
Situasi ini dinilai tetap baik-baik saja karena memang berada pada keadaan dunia yang tak pernah terjadi sebelumnya yaitu pandemi corona. Keadaan ini diprediksi akan memakan waktu lama untuk kembali ke kehidupan normal.
Selain Bundesliga, Serie A Italia dan Liga Inggris sedang bersiap untuk melanjutkan sisa musim 2019/2020. Bahkan klub-klub Serie A Italia mulai berlatih pada 18 Mei dan rencananya kompetisi kembali digelar bulan depan dengan pertandingan secara tertutup. Liga Inggris juga direncanakan akan dilanjutkan bulan depan.