Senin 01 Jun 2020 16:14 WIB

IGI Tolak Pembelajaran Tatap Muka Meski Ada Protokol Ketat

IGI yakin mayoritas sekolah tak akan sanggup menjalankan protokol kesehatan

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani
Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim
Foto: Dok Pribadi
Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Guru Indonesia (IGI) menegaskan pembelajaran tatap muka tidak dilakukan selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim menolak pembelajaran tatap muka meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Ramli, mayoritas sekolah tak akan sanggup menjalankan protokol kesehatan secara ketat bagi peserta didik. "Memang ada sekolah, terutama sekolah swasta atau mantan sekolah unggulan yang mampu menjalankannya dengan baik, tapi itu tidak layak jadi alasan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka secara keseluruhan," kata Ramli, dalam keterangannya Senin (1/6). 

Ia berpendapat, new normal di bidang pendidikan seharusnya diterapkan hanya jika new normal di luar dunia pendidikan sudah sukses dijalankan. Ramli pun meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tegas soal pembelajaran tatap muka selama masa pandemi.

Berdasarkan data persebaran Covid-19 dari situs web covid19.go.id, per 29 Mei 2020, sebanyak 2,3 persen kasus positif corona adalah balita (0-5 tahun). Sementara sebesar 5,6 persen adalah anak-anak (6-17 tahun).