Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Nadin Amizah Rayakan Badai Pendewasaan di Album Perdana

Selasa 02 Jun 2020 16:06 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Gita Amanda

Musik (ilustrasi).

Musik (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Tema besar album adalah tentang campur aduk kegelisahan, kebingungan, dan kebahagian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Nadin Amizah merayakan proses kedewasaannya dengan merilis album perdana bertajuk Selamat Ulang Tahun. Tema besar album adalah tentang campur aduk kegelisahan, kebingungan, dan kebahagian yang dia rasakan.

 

"Meskipun saat ini aku masih belum sepenuhnya dewasa, tapi yang jelas hal-hal yang lalu itu kini bisa aku tengok dengan sedikit air mata namun tetap sambil tertawa," ungkap perempuan 20 tahun itu lewat pernyataan resminya.

Baca Juga

Album berisi 10 lagu yang semua liriknya ditulis sendiri oleh Nadin. Untuk musiknya, dia dibantu Tarrarin (Svmmerdose), Dissa Kamajaya (Fuzzy), Doly Harahap (ex-Temansebangku), dan Ramadhan Zulqi (Syarikat Idola Remaja).

Proses produksi album melibatkan produser Petra Sihombing, Ferry Nurhayat, Ibnu Dian, Dissa Kamajaya, dan Mikha Angelo. Nadin menganggap semua sosok itu sangat berperan mewujudkan dan menerjemahkan visi musiknya dengan akurat.

Deretan lagu dalam album yakni "Intro", "Kanyaah", "Paman Tua", "Kereta Ini Melaju Terlalu Cepat", "Beranjak Dewasa", "Bertaut", "Taruh", "Cermin", "Mendarah", dan "Sorak Sorai". Video lirik dari semua tembang tersebut bisa disimak di kanal YouTube Nadin.

Selain berkontemplasi mengenai pendewasaan, Nadin mendedikasikan album untuk orang-orang terdekat dalam hidupnya. Pelantun lagu "Amin Paling Serius" bersama Sal Priadi itu menceritakan hubungan dengan keluarga tersayang lewat album.

Proses bedroom recording alias merekam album di kamar tidur membuat Nadin merasa albumnya begitu intim dan personal. Proses penulisan lirik yang sepenuhnya dia lakoni sendiri pun memacunya banyak bereksplorasi.

"Bila sebelumya ada hal-hal yang takut dicoba karena aku masih merasa teknik bernyanyi dan menulis lirik aku masih terbatas, akhirnya bisa ditemukan celahnya. Karena kalau tidak dicoba, maka lagu-lagu aku nggak akan berkembang," tutur Nadin.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile