Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menkes Santuni Keluarga Nakes Meninggal karena Covid-19 

Rabu 24 Jun 2020 08:18 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri)

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri)

Foto: ANTARA/PUSPA PERWITASARI
Santunan yang diberikan bisa sedikit meringankan kesedihan keluarga yang ditinggalkan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan santunan dari Presiden Joko Widodo kepada keluarga dari tenaga kesehatan, yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Terawan berharap, santunan yang diberikan bisa sedikit meringankan kesedihan keluarga yang ditinggalkan.

 

"Saya sambil membawa santunan dari Bapak Presiden untuk keluarga tenaga medis yang sudah meninggal. Karena perjuangannya dalam menangani Covid-19. Baik dokter, tenaga medis, dan perawat. Sebagai bentuk penghargaan dan menguatkan hati keluarganya," kata Terawan saat menyambangi RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Rabu (24/6). 

Di RSUD dr Soetomo, Terawan mengaku, kedatangannya tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung, seperti apa penanganan Covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Lebih khusus lagi, di RSUD dr. Soetomo.

"Saya ingin tahu keadaan dan kondisi Surabaya, khususnya RSUD dr. Soetomo, untuk melihat secara real, seperti apa kondisinya. Saya harus datang sendiri. Biar tidak ada simpang siur," ujar Terawan. 

Terawan juga mengajak masyarakat untuk ikut sert meringankan beban tenaga kesehatan di tengah wabah Covid-19. Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. 

Terawan kembali mengingatkan, kunci utama mencegah penularan Covid-19 adalah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga imunitas, dengan cara menjaga semangat.

"Kan harus tetap sehat. Kalau kita semangatnya kendor ya imun kita juga akan turun. Preventif dan promotif melalui gerakan masyarakt hidup sehat memang harus kita promosikan terus. Karena kalaupun kena tetap kondisinya tanpa gejala, tanpa sakit yang akan memberatkan beban rumah sakit. Kan bisa isolasi mandiri," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile