Selasa 07 Jul 2020 18:48 WIB

China Klaim Situasi di Laut China Selatan Stabil

China mengkritik latihan militer AS di Laut China Selatan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Peta klaim Laut Cina Selatan
Foto: Wikipedia
Peta klaim Laut Cina Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China mengeklaim situasi di Laut China Selatan (LCS) stabil. Hal itu disampaikan setelah Negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan militer di wilayah perairan yang dipersengketakan tersebut.

"Saat ini, berkat upaya bersama China dan negara-negara ASEAN, situasi di LCS umumnya stabil serta menyaksikan perkembangan yang baik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Cina Zhao Lijian pada Senin (6/7), dikutip laman resmi Kemlu China. 

Baca Juga

Atas dasar itu, Zhao mengkritik latihan militer yang digelar Amerika Serikat (AS) di LCS dengan menghadirkan dua kapal induk, yakni USS Ronald Reagan dan USS Nimitz. "AS berniat mendorong perselisihan antara negara regional, mempromosikan militerisasi LCS, dan merusak perdamaian serta stabilitas di wilayah tersebut. Komunitas internasional, terutama negara-negara regional, melihat ini dengan sangat jelas," ujarnya. 

Sementara itu, Zhao membela latihan militer yang digelar China di LCS. Menurutnya, latihan itu dilakukan di Kepulauan Xisha yang masuk dalam teritorial Negeri Tirai Bambu. "Saya ingin menekankan sekali lagi, Kepulauan Xisha adalah wilayah China yang tak terbantahkan. Latihan militer China di perairan sekitar Kepulauan Xisha berada dalam kedaulatan China dan tak dapat dicela," kata Zhao.