Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Positif Baru Covid-19 di Kota Yogyakarta Mulai Nihil

Rabu 08 Jul 2020 15:47 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kota Yogyakarta berhasil mengatasi penularan Covid-19. Warga berolahraga saat sore di Alun Alun Selatan Yogyakarta, Selasa (7/7).

Kota Yogyakarta berhasil mengatasi penularan Covid-19. Warga berolahraga saat sore di Alun Alun Selatan Yogyakarta, Selasa (7/7).

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Kota Yogyakarta berhasil mengatasi penularan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA— Saat ini tidak lagi muncul kasus-kasus baru pada klaster penularan Covid-19 yang teridentifikasi di Kota Yogyakarta yang mengindikasikan terputusnya penularan virus corona pada klaster tersebut.  

 “Sudah bisa selesai semua dengan proses tracing yang intensif. Sampai saat ini, tidak ada lagi kasus yang muncul sebagai bagian dari klaster yang teridentifikasi ada di Kota Yogyakarta,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardaya, di Yogyakarta, Rabu (8/7).

Baca Juga

Menurut dia, klaster penularan Covid-19 mampu dikendalikan dan dicegah sehingga kasus di Kota Yogyakarta tidak semakin menggurita atau meluas.

Sejumlah klaster penularan Covid-19 yang teridentifikasi di Kota Yogyakarta di antaranya, klaster supermarket, gereja, dan jamaah tabligh.

Dia menjelaskan, hingga Rabu (8/7), jumlah pasien positif di Kota Yogyakarta yang masih menjalani perawatan sebanyak lima orang, 34 dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia.

Tri Mardaya mengatakan, kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta justru didominasi  kasus dengan riwayat dari luar daerah yaitu hingga 85 persen.

“Ada riwayat interaksi dengan tamu dari luar daerah atau riwayat perjalanan dari luar daerah. Seluruh kasus yang muncul pun tidak sempat ‘menggurita’ karena tracing dilakukan cepat. Semua dilacak dan ditangani,” katanya.

Dia mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tidak bekerja seorang diri dalam melakukan proses tracing tetapi bekerja sama dengan instansi wilayah termasuk dengan TNI dan Polri untuk membantu melakukan pendekatan ke warga.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, tidak memberlakukan zona warna di wilayah kecamatan atau kelurahan di kota tersebut.

“Yogyakarta tidak memiliki wilayah yang luas. Mungkin saja luas satu kecamatan di Yogyakarta hampir sama dengan satu dusun di kabupaten lain. Jika diberi label zona warna justru sulit karena mobilitas warga pun cukup tinggi,” katanya.

Sejak pandemi, Heroe menambahkan, wilayah Kota Yogyakarta dan DIY tidak pernah sampai berada di zona merah. “Jika mendasarkan zona warna, maka saat ini Yogyakarta berada di zona kuning,” katanya.

 

  

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile