Kamis 09 Jul 2020 12:06 WIB

Pasukan Israel Coba Serbu Rumah Perwakilan OKI di Yerusalem

Rumah perwakilan OKI di Yerusalem batal disebu pasukan Israel.

Rep: Rizky Suryarandika./ Red: Muhammad Hafil
Pasukan Israel Coba Serbu Rumah Perwakilan OKI di Yerusalem. Foto: Pandangan umum lingkungan Palestina di Silwan di Yerusalem timur, terlihat pada hari Rabu, 1 Juli 2020. Para pemimpin Israel melukiskan Yerusalem sebagai model koeksistensi, ibu kota orang Yahudi yang bersatu, abadi, di mana kaum minoritas memiliki hak yang sama. Tetapi warga Palestina menghadapi diskriminasi yang meluas, sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan dan banyak yang hidup dalam ketakutan akan dipaksa keluar.
Foto: AP/Mahmoud Illean
Pasukan Israel Coba Serbu Rumah Perwakilan OKI di Yerusalem. Foto: Pandangan umum lingkungan Palestina di Silwan di Yerusalem timur, terlihat pada hari Rabu, 1 Juli 2020. Para pemimpin Israel melukiskan Yerusalem sebagai model koeksistensi, ibu kota orang Yahudi yang bersatu, abadi, di mana kaum minoritas memiliki hak yang sama. Tetapi warga Palestina menghadapi diskriminasi yang meluas, sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan dan banyak yang hidup dalam ketakutan akan dipaksa keluar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasukan zionis Israel mencoba menyerbu rumah anggota perwakilan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di sebelah timur Yerussalem, Palestina pada Rabu (8/7) malam. Beruntung pasukan Israel batal menyerbu setelah si pemilik rumah bernegosiasi.

Ahmed Al-Ruwaidi merupakan perwakilan OKI di Palestina yang tinggal di rumah tersebut. Sedangkan kantor OKI berada di Tepi Barat.

Baca Juga

"Saya mencegah pasukan Israel menyerbu rumah ini. Saya katakan jika penyerbuan terjadi maka merupakan pelanggaran hak pribadinya sekaligus menakuti anak-anaknya," kata Al-Ruwaidi dilansir dari Al-Quds Al-Arabi pada Kamis (9/7).

Al-Ruwaidi mengancam akan mengkasuskan pasukan Israel jika berani menyerbu rumahnya. Ancaman tersebut lalu membuat pasukan Israel gentar hingga undur diri.