Kamis 23 Jul 2020 14:29 WIB

Presiden Iran ajak rakyatnya ‘ubah kebiasaan' karena Covid-19

Presiden Iran mengatakan jumlah orang yang akan dirawat di rumah sakit sampai akhir tahun akan meningkat lebih banyak dari yang ada sekarang - Anadolu Agency

Presiden Iran mengatakan jumlah orang yang akan dirawat di rumah sakit sampai akhir tahun akan meningkat lebih banyak dari yang ada sekarang - Anadolu Agency
Presiden Iran mengatakan jumlah orang yang akan dirawat di rumah sakit sampai akhir tahun akan meningkat lebih banyak dari yang ada sekarang - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani meminta rakyatnya untuk mengubah kebiasaan mereka karena pandemi Covid-19 akan berlanjut hingga akhir tahun. Berbicara setelah rapat kabinet di ibu kota Teheran, Rouhani memberikan informasi terbaru mengenai upaya melawan virus korona.

Dia mengatakan bahwa jumlah orang yang akan dirawat di rumah sakit sampai akhir tahun akan meningkat lebih banyak dari yang sekarang, dan beban negara akan lebih berat pada masa yang akan datang.

Baca Juga

"Masalah Covid-19 akan berlanjut sampai akhir tahun. Kita harus mempersiapkan diri untuk ini. Kita harus mengubah kebiasaan kita. Tidak ada solusi lain."

Iran memproduksi 11 juta masker setiap hari dan jumlah itu akan terus meningkat. Presiden Iran meminta masyarakat agar mematuhi aturan kesehatan. Presiden Rouhani menyatakan pemerintah sedang melakukan serangkaian upaya untuk mengendalikan kenaikan nilai tukar mata uang.

"Kenaikan harga hingga 2-3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya tidak dapat diterima. Ini harus dikontrol dan langkah-langkah antisipasi perlu diambil. Perusahaan pemerintah tidak dapat menaikkan harga produk dengan berbagai alasan," ujar dia.

Iran pada Rabu mengonfirmasi 219 kematian baru akibat virus korona, sehingga jumlah kematian nasional menjadi 14.853, menurut laporan Departemen Kesehatan. Setidaknya 2.586 orang dinyatakan positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah keseluruhan menjadi 281.413 kasus.

Sejauh ini lebih dari 244.840 orang telah pulih dan telah dipulangkan dari rumah sakit, dan ada 3.609 pasien masih dalam kondisi kritis.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/presiden-iran-ajak-rakyatnya-ubah-kebiasaan-karena-covid-19/1919406
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۗقَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْ ۗقَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِفَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا ۗوَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌحَكِيْمٌ ࣖ
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(QS. Al-Baqarah ayat 260)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement