Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kadin: Lawan Deindustrialisasi Dini dengan Hilirisasi

Selasa 28 Jul 2020 13:06 WIB

Red: Nidia Zuraya

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan P Roeslani.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan P Roeslani.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Kontribusi sektor industri pernah mencapai 29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi RI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan bahwa hilirisasi penting dilakukan, salah satunya untuk melawan deindustrialisasi dini. Menurutnya, hilirisasi dapat memperkuat struktur industri.

 

“Kami melihat urgensi dari hilirisasi. Memang hilirisasi sangat perlu kita lakukan. Karena untuk nilai tambah, bisa memberikan dampak ekspor yang sangat signifikan. Jadi, ini bisa kita gunakan untuk melawan deindustrialisasi dini,” kata Rosan dalam seminar web bertajuk ‘Mid-Year Economic Outlook 2020’ di Jakarta, Selasa (28/7).

Baca Juga

Menurut Rosan, kontribusi sektor industri pernah mencapai 29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, namun saat ini angkanya hanya mencapai 20 persen. “Untuk itu, hilirisasi perlu kembali kita dorong,” ungkap Rosan.

Selain meningkatkan nilai tambah suatu komoditas, Rosan menyampaikan bahwa hilirisasi mampu memperbesar peran Indonesia dalam rantai pasok global. Kemudian, mampu mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja, memberikan sumbangan yang lebih besar terhadap penerimaan negara.

“Selanjutnya, hilirisasi juga mengoptimalisasi subtitusi impor dan pengembangan ekspor, sehingga perolehan devisa lebih optimal,” ujar Rosan.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile