Ahad 16 Aug 2020 10:55 WIB

Pengusaha: Indonesia Harus Punya Marketplace bagi PMI

Ahmad Faisol menilai marketplace jadi kebutuhan pekerja migran Indonesia

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan menuju kapal di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat. Pengusaha yang mantan pekerja migran membutuhkan marketplace atau pasar digital
Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan menuju kapal di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat. Pengusaha yang mantan pekerja migran membutuhkan marketplace atau pasar digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaku dan pegiat usaha penempatan pekerja migran Ahmad Faisol berpendapat Indonesia harus segera memiliki pasar digital (marketplace) khusus bagi semua kebutuhan pekerja migran Indonesia. Alasannya menurut dia, di tengah kian banyak dan kian luasnya penempatan pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, pasar digital (Marketplace) yang menyediakan seluruh keperluan pekerja migran praktis menjadi kebutuhan. 

"Ini sudah waktunya. 75 tahun kemerdekaan ini harusnya menjadi momentum bagi kita untuk menyelesaikan dan membantu masalah-masalah pekerja migran  Indonesia," kata Ahmad Faisol di Jakarta, berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (15/8) siang. 

Ahmad Faisol pun menyatakan niat tersebut bukan sekedar angan-angan belaka. Sejumlah investor sudah berniat membantunya mewujudkan pembuatan marketplace tersebut.

Mantan TKI (Pekerja Migran) ini mengatakan marketplace tersebut nantinya juga akan berfungsi untuk menghubungkan para pekerja migran dengan akses perbankan dan seluruh lembaga keuangan yang lain. Sebab akses perbankan ini masih menjadi permasalahan utama bagi sebagian besar pekerja migran Indonesia. 

"Jadi tidak boleh ada cerita lagi soal pekerja migran yang tidak punya rekening dan kesulitan mengirimkan  pendapatannya untuk keluarga di halaman," sambung dia.

Meski demikian, Ahmad Faisol mengaku pembuatan market place ini masih dalam proses penyelesaian. Dia belum bisa memastikan kapan market place ini akan diluncurkan. 

Menurut data BP2MI, sepanjang 2017 - 2019, terdapat 823 ribu pekerja migran Indonesia yang sudah ditempatkan pada 25 negara tujuan. Aktivitas penempatan pekerja migran tersebut melibatkan ratusan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI). 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement