Ahad 16 Aug 2020 23:11 WIB

BKSDA Lepasliarkan 40 Monyet Ekor Panjang di Nusa Barong

Sebelum dilepasliarkan, puluhan monyet ekor panjang tersebut ditangkarkan oleh JAAN

Monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis)
Foto: Antara/Budi Candra Setya
Monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis)

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember bersama Jakarta Animal Aid Nation (JAAN) dan Pemerintah Kabupaten Jember melepasliarkan 40 monyet ekor panjang di Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barong yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahad (18/8). "Monyet ekor panjang yang dilepasliarkan tersebut adalah hasil penyerahan dari masyarakat yang sebelumnya dipekerjakan sebagai topeng monyet di sejumlah kota-kota besar," kata Kepala BKSDA Wilayah III Jember Setyo Utomo di Jember.

Sebelum dilepasliarkan, puluhan monyet ekor panjang tersebut ditangkarkan oleh JAAN di Cikole Lembang, Bandung, Jawa Barat, selama dua tahun agar bisa beradaptasi dengan habitatnya di alam bebas. Puluhan monyet itu juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan di Cikole Lembang sebelum dibawa ke Pulau Nusa Barong.

Baca Juga

Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan melakukan pemeriksaan lagi sebelum dilepasliarkan. "Kondisinya semua sehat," tuturnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember Nana Suminarsih mengatakan pihaknya membantu BKSDA untuk melepasliarkan puluhan monyet ekor panjang di Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barong dan sekitarnya.

"Marilah kita kembalikan hewan ke habitat aslinya karena monyet ekor panjang itu tempatnya di alam bebas dan tidak dipekerjakan sebagai topeng monyet," katanya.

Setelah dokter memastikan monyet-monyet itu sehat, baru dilepasliarkan ke habitatnya sehingga diharapkan monyet ekor panjang bisa hidup di alam bebas. Ia mengatakan satwa yang akan dilepasliarkan sudah dalam kondisi sehat sehingga diharapkan puluhan monyet ekor panjang tersebut tetap sehat selama di alam bebas.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَرَزَقَنِيْ مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ اُخَالِفَكُمْ اِلٰى مَآ اَنْهٰىكُمْ عَنْهُ ۗاِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُۗ وَمَا تَوْفِيْقِيْٓ اِلَّا بِاللّٰهِ ۗعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ
Dia (Syuaib) berkata, “Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.

(QS. Hud ayat 88)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement