Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Webinar Pegadaian Berhasil Jual 41 Kg Emas

Senin 31 Aug 2020 17:44 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas. Pegadaian wilayah VI Makassar, Sulawesi Selatan berhasil menjual 41 kilogram melalui webinar emas merdeka. Ilustrasi.

Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas. Pegadaian wilayah VI Makassar, Sulawesi Selatan berhasil menjual 41 kilogram melalui webinar emas merdeka. Ilustrasi.

Foto: ANTARA/FB Anggoro
Ada beberapa hal yang membuat masyarakat memburu investasi emas

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR - Pegadaian wilayah VI Makassar, Sulawesi Selatan berhasil menjual 41 kilogram melalui webinar emas merdeka. Webinar diselenggarakan dengan tema merdeka finansial di era adaptasi kehidupan baru.

 

"Dari 2.513 peserta antusias mengikuti webinar, dapat dilihat dari jumlah nasabah yang berinvestasi emas selama periode tanggal 6 - 12 Agustus 2020, jumlah emas yang terjual sebanyak 41 kilogram," ujar Senior Vice President Pegadaian Makassar, Alim Sutiono, Senin.

Baca Juga

Selain itu, ada sekitar 1.216 orang juga membuka tabungan emas dengan top up tabungan emas total senilai Rp 3,4 miliar. Menurut Alim, ada beberapa hal yang membuat masyarakat memburu investasi emas. Pertama adalah kemudahan yang ditawarkan. Menurutnya berinvestasi emas tidak perlu mengeluarkan uang banyak.

Kedua, pilihan investasi emas merupakan salah satu alternatif investasi yang menawarkan kenaikan yang cukup tinggi untuk jangka menengah. Sampai 30 Agustus 2020, kata dia, tercatat tabungan emas Pegadaian sebanyak 353.768 akun dengan total simpanan mencapai 247 kilogram emas.

Pembicara lainnya, Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto pada kesempatan itu memaparkan kiat mengatur keuangan pribadi agar dapat disisihkan sebagian untuk investasi. "Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini, banyak kebutuhan yang mendesak yang sebelumnya tidak kita butuhkan sehingga perlu mengatur pengeluaran dengan cermat agar cash flow keuangan tidak terganggu," ujar Ligwina.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile