Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Presiden FIFA Temui Donald Trump Bahas Piala Dunia 2026

Kamis 17 Sep 2020 22:21 WIB

Red: Israr Itah

Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Foto: EPA-EFE/YURI KOCHETKOV
Infantino juga mengunjungi Jaksa Agung AS William Barr.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden FIFA Gianni Infantino telah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membahas soal persiapan Piala Dunia 2026 selaku tuan rumah bersama dengan Meksiko dan Kanada. Infantino melakukan kunjungan ke Washington guna membicarakan rencana pembangunan markas besar FIFA di AS agar lebih mudah dalam meninjau segala persiapan menjelang kompetisi sepak bola akbar tersebut.

“Presiden Infantino mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas komitmennya untuk menyukseskan Piala Dunia 2026. Keterlibatan Presiden Trump dalam Piala Dunia itu akan menjadi titik cerah bagi sepak bola di AS,” kata FIFA dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters, Kamis (17/9).

Baca Juga

Selain bertemu Presiden Trump, Infantino juga mengunjungi Jaksa Agung AS William Barr dan memberikan apresiasi atas seluruh upayanya dalam memberantas korupsi di dunia sepak bola.

Pada 2015, belasan pejabat sepak bola di AS, terutama yang berasal dari Amerika Latin dan Karibia, didakwa atas tuduhan korupsi dan tercatat sebagai skandal korupsi FIFA terbesar sepanjang sejarah. Sebagian dari mereka pun telah dipenjara.

“Sejak saya terpilih sebagai Presiden FIFA, kami terus berjuang memberantas praktik-praktik yang menodai reputasi FIFA di masa lalu. Di Swiss, seluruh pengacara FIFA rutin berkontak dengan jaksa dan para penegak hukum lainnya kapan pun mereka dibutuhkan,” ungkap Infantino.

“Dengan cara begitu, saya yakin sepenuhnya bahwa kredibilitas dan reputasi FIFA terus diperbaiki sampai pada level tertinggi,” tambah dia.

Sementara itu, Infantino sendiri adalah subjek dalam proses pidana di negara asalnya Swiss terkait pertemuannya terdahulu dengan mantan Jaksa Agung Swiss Michael Lauber. Namun Lauber dan Infantino menyangkal adanya pelanggaran dalam pertemuan tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile