Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

FRI: Perlu Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran

Jumat 16 Oct 2020 10:05 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Agus Yulianto

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria

Foto: Dok IPB University
Pada masa pandemi, pembelajaran secara daring menjadi yang paling banyak dilakukan. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Arif Satria mengatakan, belajar yang mestinya dilakukan saat ini adalah integrasi variasi teknologi pembelajaran. Menurutnya, pembelajaran tatap muka ataupun daring perlu disinergikan.

 

"Mengintegrasikan berbagai variasi teknologi pembelajaran menjadi keniscayaan. Kita tidak bisa lagi mengandalkan tatap muka, tidak bisa mengandalkan online murni," kata Arif, dalam sebuah diskusi daring dipantau di Jakarta, Jumat (16/10).

Pada masa pandemi seperti saat ini, pembelajaran secara daring menjadi yang paling banyak dilakukan. Setelah pandemi berakhir dan belajar tatap muka sudah bisa dilakukan, maka variasi teknologi menjadi penting untuk mendorong kemampuan belajar seseorang.

Bentuk-bentuk penugasan bisa divariasikan sehingga sumber belajar lebih kaya. Akhirnya, pembelajaran yang terintegrasi tersebut bisa menghasilkan kompetensi dan perubahan pola pikir yang lebih sesuai dengan kondisi di era baru.

Rektor IPB University ini menjelaskan, di era baru seseorang dituntut memiliki pola pikir, perilaku, dan cara kerja yang baru. Pola pembelajaran yang lama tidak akan relevan jika diterapkan untuk menghadapi era baru.

Menurutnya, di era baru yang paling penting adalah memiliki sifat pembelajar yang lincah atau agile learner. Era baru, kata Arif menuntut seseorang menjadi lebih tangkas dan lincah dalam menghadapi sesuatu.

Pola pikir yang perlu dibangun adalah cara berpikir yang tumbuh berkembang, bukan pola pikir tetap. "Untuk bisa menghasilkan lulusan dengan karakteristik ini, tantangan kita hari ini adalah bagaimana kita menghasilkan itu dengan metode-metode baru," kata dia lagi. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile