Selasa 03 Nov 2020 14:18 WIB

Pentolan Geng Penguasa Tambang Qinghai Dihukum Mati

Perbuatan geng tersebut mengganggu perekonomian dan menimbulkan gejolak sosial

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Tiang gantungan hukuman mati.  Pentolan geng yang menguasai kawasan pertambangan di Provinsi Qinghai, China, dijatuhi hukuman mati. Ilustrasi
Foto: .
Tiang gantungan hukuman mati. Pentolan geng yang menguasai kawasan pertambangan di Provinsi Qinghai, China, dijatuhi hukuman mati. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, FUZHOU - Pentolan geng yang menguasai kawasan pertambangan di Provinsi Qinghai, China, dijatuhi hukuman mati. Sedangkan 38 anggotanya divonis penjara dua tahun hingga seumur hidup.

Ma Cheng, pimpinan geng, dihukum mati atas pembunuhan seorang pria yang jasadnya dikubur di pinggir jalan nasional menuju Gunung Riyue, Qinghai, sekitar 18 tahun yang lalu, dan beberapa tindak kriminal lainnya. Demikian putusan pengadilan tingkat banding setempat dikutip China Daily, Selasa.

Baca Juga

Zhang Chenghu, pimpinan geng lainnya, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Hak politik keduanya dicabut seumur hidup dan semua harta kekayaan yang diperoleh lebih dari 10 kasus kriminal, seperti memimpin mafia, pembunuhan berencana, dan mengoperasikan kasino, disita.

Sementara 37 anggota geng lainnya dihukum penjara selama dua hingga 23 tahun. Geng tersebut menggunakan kekerasan dan ancaman untuk menguasai areal tambang emas, mengoperasikan mobil komersial secara ilegal, dan menjalankan rumah potong hewan di Distrik Xining dan Kabupaten Qumarleb, Provinsi Qinghai.