Jumat 06 Nov 2020 22:29 WIB

Sandiaga: Indonesia Bisa Turunkan Tensi AS-Cina Soal LCS

Indonesia bisa jadi kekuatan penyeimbang di antara dua negara besar yang bersitegang.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andi Nur Aminah
Pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno.
Foto: Tangkapan layar
Pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno menilai pemerintah RI bisa mengambil peran strategis dalam menurunkan tensi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina di Laut China Selatan (LCS). Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan populasi keempat terbesar di dunia bisa menjadi kekuatan penyeimbang di antara dua negara besar yang sedang bersitegang.

"Indonesia adalah global balancer, negara penyeimbang. Kita harus tegas bahwa posisi kita adalah menurunkan tensi di Laut China Selatan," kata Sandi dalam keterangan, Jumat (6/11).

Baca Juga

Dia berpendapat, Indonesia bisa menawarkan pendekatan dialog damai untuk menurunkan eskalasi di perairan tersebut. Dia mengatakan, masa depan dunia harus ditentukan dengan pendekatan dialog yang saling menguntungkan antara semua pihak.

Sandiaga mengatakan, Indonesia harus memainkan peran terkait perkara yang terjadi di kawasan tersebut. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini berpendapat, ada negara-negara lain yang juga terdampak atas penerapan kebijakan-kebijakan antara AS dan Cina.

"Bahwa memang ada kekuatan besar di situ, Amerika Serikat dan China dengan berbagai kebijakannya. Terus ada negara-negara lain yang terdampak atas penerapan kebijakan-kebijakan tersebut," katanya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement