Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Paul Merson: Laga MU Vs Everton Ujian Terbesar Solskjaer

Sabtu 07 Nov 2020 11:36 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Paul Merson

Paul Merson

Foto: EPA/DANIEL HAMBURY
MU bermain di bawah tekanan setelah menderita kekalahan beruntun di semua kompetisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Paul Merson, mantan bintang Arsenal, menyebut, pertandingan Manchester United (MU) melawan Everton akan menjadi ujian terbesar dalam karier Ole Gunnar Solskjaer. United melakukan perjalanan untuk menghadapi Everton pada Sabtu (7/11).

 

Menurut Merson, MU bermain di bawah tekanan setelah menderita kekalahan beruntun di semua kompetisi.

Baca Juga

"Solskjaer akan berada di bawah tekanan berat. Jujur saja, ini adalah Manchester United, klub terbesar di dunia sepak bola, dan posisi mereka di liga tidak dapat diterima. Ini tidak seperti hanya dua atau tiga pertandingan yang hilang. Dan tidak hanya itu, penampilannya juga buruk," kata Merson, dikutip dari Sport Review, Sabtu (7/11).

MU kalah 0-1 oleh Arsenal di Old Trafford akhir pekan lalu dan menderita kekalahan 1-2 dari Istanbul Basaksehir di Liga Champions. Iblis Merah telah berjuang untuk menemukan bentuk yang konsisten di Liga Primer Inggris sejauh musim ini dan hanya memenangkan dua dari enam pertandingan pembukaan liga di bawah asuhan Solskjaer.

"Cara mereka menyerah melawan Tottenham dan Arsenal tidak hebat. United tampak tersesat dan kemudian mereka pergi ke Istanbul, yang bukan tim top Eropa, dan mereka telah dikalahkan," kata Merson.

Merson menegaskan, laga tandang melawan Everton akan menjadi pertandingan terbesar dalam karier manajerial Solskjaer. Menurutnya, ini memang sudah menjadi kebiasaan dalam perjalanan karier Solskjaer. "Jika Anda melihat rekor Solskjaer, dia mencatatkan enam atau tujuh kemenangan beruntun, tapi kemudian dia bisa menjalani empat atau lima pertandingan tanpa menang," ujarnya.

Dan kebiasaan seperti itu, menurut Merson, tidak bisa dimaklumi saat seseorang menangani klub sebesar Manchester United dan ingin memenangkan gelar Liga Primer Inggris. Merson mengatakan, jika seorang pelatih menemukan performa buruk seperti itu, maka seharusnya bisa langsung diatasi sejak awal.

"Mari hadapi itu, United keluar dari perburuan gelar. Oang-orang terus mengatakan Liga Primer Inggris terbuka musim ini, tetapi siapa yang teratas di liga? Liverpool. Tim teratas masih teratas. Selama 50 tahun terakhir dan 50 tahun ke depan, Anda tidak dapat menyingkirkan 25 pemain, Anda hanya menyingkirkan pelatihnya," tegas Merson.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile