Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BPBD Fokus Tangani Banjir di Tiga Kecamatan di Makassar

Rabu 23 Dec 2020 00:27 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah pengendara menerobos banjir di Jalan Paccerakkang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/12/2020). Banjir yang menggenangi ruas jalan disebabkan tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir dan buruknya drainase di daerah itu.

Sejumlah pengendara menerobos banjir di Jalan Paccerakkang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/12/2020). Banjir yang menggenangi ruas jalan disebabkan tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir dan buruknya drainase di daerah itu.

Foto: ANTARA/Arnas Padda
Di Perumnas Antang, Makassar sedikitnya terdapat 80 KK terpaksa diungsikan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan fokus pada tiga kecamatan yang terdampak bencana banjir dan ratusan warga mengungsi. Hal itu dikemukakan Kepala BPBD Pemkot Makasaar Muh Rusli di Makassar, Selasa (22/12).

 

Menurut dia, pihaknya senantiasa memantau tiga Kecamatan di Kota Makassar menjadi titik terparah bencana banjir, yakni Kecamatan Biringkanaya, Manggala dan Kecamatan Tamalanrea.

"Seperti tahun sebelumnya tiga lokasi ini yang menjadi fokus perhatian kami, sehingga kami maksimalkan penanganan di tiga titik ini," kata Rusli.

Dia mengatakan, upaya kondisi banjir yang terjadi di kecamatan lainnya, juga telah dilakukan beberapa penanggulangan seperti evakuasi dan penyiagaan penempatan sejumlah personel untuk membantu warga yang terdampak banjir, termasuk menyalurkan sejumlah bantuan lainnya dari pemerintah maupun para dermawan.

"Sudah semua kita lakukan, mulai evakuasi ratusan kepala keluarga, hingga penyaluran bantuan bantuan ke warga yang terdampak banjir," katanya.

Rusli mengatakan, pada 2020 lebih dari 100 personel yang diturunkan bersiaga di enam titik dan dua Tim Carester sudah melakukan pemetaan di beberapa lokasi yang memiliki potensi banjir termasuk penyiagaan peralatan.

"Penyiagaan peralatan seperti perahu karet dan alat alat lainnya sudah diterjunkan ke lapangan," ujar dia.

Hal itu dilakukan di antaranya di Perumnas Antang, Makassar yang sedikitnya terdapat 80 KK terpaksa diungsikan karena rumahnya sudah terendam air sejak hujan mengguyur beberapa hari terakhir.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile