Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ditekuk MU, Pelatih Wolves: Kadang Sepak Bola Begitu Kejam

Rabu 30 Dec 2020 02:01 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Nuno Espirito Santo

Nuno Espirito Santo

Foto: EPA-EFE/Neil Hall
Wolves kalah setelah MU membuat gol di menit terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Wolverhampton Wanderers akhirnya harus pulang dengan tangan hampa dari lawatan ke Stadion Old Trafford pada pekan ke-16 Liga Primer Inggris, Rabu (30/12) dini hari WIB. Mampu membuat Manchester United frustasi hingga menit ke-90, gawang Wolves justru kebobolan saat laga memasuki masa injury time, tepatnya pada menit ke-93. 

 

Penyerang United, Marcus Rahsford, berhasil memecahkan kebuntuan sekaligus memastikan kemenangan United di laga ini. Ini menjadi gol telat pertama United di Old Trafford sejak September 2009, saat Michael Owen mencetak gol ke gawang Manchester City pada menit ke-92 laga. 

Padahal, di sepanjang laga, Wolves, yang banyak diisi pemain-pemain muda, bisa dibilang mampu mengimbangi permainan tim tuan rumah. Bahkan, meski kalah dari jumlah catatan tembakan, tapi Wolves bisa mencatatkan torehan tembakan tepat sasaran lebih banyak dibanding United. Sementara United menorehkan tiga tembakan tepat sasaran dari 11 tembakan, Wolves bisa mengemas lima tembakan tepat mengarah ke gawang dari sembilan tembakan.

Pelatih Wolves, Nuno Espirito Santo, mengakui, kalah dengan kebobolan pada menit-menit akhir laga begitu menyakitkan. ''Terkadang, sepak bola bisa begitu kejam. Terkadang, hasil yang kami dapatkan bisa sesuai dengan apa yang kami tampilkan di atas lapangan, tapi terkadang kondisi itu tidak terjadi,'' tutur Espirito Santo seperti dilansir Express and Star, Rabu (30/12).

Kendati begitu, pelatih asal Portugal itu mengaku bangga dengan performa yang ditunjukan anak-anak asuhnya di laga tersebut. Terlebih, Wolves turun dengan sejumlah pemain muda, termasuk Ki-Jana Hoever dan Vitinha, yang melakoni debut di pentas Liga Primer Inggris di laga tersebut. Dengan rataan usia 25 tahun 109 hari, ini menjadi skuat Wolves dengan rataan usia termuda sejak April 2012 silam.

''Meski kecewa dan begitu menyakitkan, kekalahan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran tim ini. Kami tampil cukup apik di laga ini. Para pemain muda juga tampil dengan cukup baik. Ini adalah saat yang tepat untuk mempromosikan mereka. Dari laga ini, kami belajar untuk bisa fokus hingga menit akhir laga,'' ujar Espirito Santo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile