Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Varian Baru Covid-19 Dikhawatirkan Telah Meluas di AS

Kamis 31 Dec 2020 00:36 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Kasus varian baru pertama AS dilaporkan terdeteksi di Colorado, AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) melaporkan sejumlah kasus baru dan tampaknya semakin banyak kasus virus corona jenis baru yang pertama kali terdeteksi di Inggris. Hal itu memicu kekhawatiran sudah berapa lama virus hasil mutasi itu tiba di AS dan seberapa luas penyebarannya.

Kasus varian baru pertama AS dilaporkan terdeteksi di Colorado. Orang yang terinfeksi diidentifikasi seorang petugas Garda Nasional yang ditugas membantu panti wreda. Pejabat kesehatan mengatakan mungkin ada Garda Nasional lainnya yang juga terinfeksi.

Baca Juga

Kalifornia mengkonfirmasi kasus pertama varian baru Rabu (30/12) kemarin. Negara bagian terpadat di AS itu mengalami bulan paling mematikan selama pandemi. Kasus kedua dikonfirmasi kurang dari 24 jam mengindikasi penyebaran virus corona jenis baru sudah menyebar.

Gubernur Kalifornia Gavin Newsom mengatakan ia baru tahu kasus varian baru itu terdeteksi di Kalifornia Selatan. Pengumuman itu ia sampaikan saat berbincang dengan kepala badan penyakit menular AS Dr Anthony Fauci.

"Menurut saya warga Kalifornia harusnya tidak menganggap sesuatu yang aneh, ini sesuatu yang telah diperkirakan," kata Fauci seperti dikutip The Guardian.

Newsom tidak memberikan detail tentang orang yang terinfeksi dengan virus varian baru. Lonjakan kasus di Kalifornia dan Colorado memicu pertanyaan bagaimana mutasi virus corona itu tiba di AS dan apakah sudah terlambat untuk menghentikan penyebarannya. Para pakar mengatakan mungkin virus itu sudah menyebar di tempat lain di AS.

"Virus menjadi semakin kuat dan kami seperti rusa di depan lampu depan mobil," kata kepala Scripps Research Translational Institute, Dr Eric Topol.

Ia mencatat sejauh ini dibandingkan negara maju lainnya AS paling sedikit mengurutkan sampel genetik virus untuk menemukan varian baru. Karena itu mungkin menjadi lebih lambat dalam mendeteksi mutasi baru.

Pemerintah AS mengatakan anggota Garda Nasional di Colorado yang menjadi kasus pertama varian baru berusia 20-an dan tidak melakukan perjalanan ke mana-mana. Ia mengalami gejala ringan dan dikarantina di rumah.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile