Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

77.760 Vaksin Sinovac Tiba di Jatim

Senin 04 Jan 2021 07:05 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr. Herlin Ferliana

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr. Herlin Ferliana

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Vaksin Sinovac untuk sementara disimpan di ruangan dingin milik Dinkes Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Kesehatan Jawa Timur menerima kedatangan 77.760 vaksin Sinovac untuk tahap pertama pada Senin (4/1). Vaksin tersebut untuk sementara waktu akan disimpan di ruangan dingin (cold room) milik Dinkes Jatim.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Herlin Ferliana mengatakan, dinkes memiliki dua ruangan dingin dengan suhu 2-8 drajat selsius, yang salah satunya dikhususkan untuk vaksin Covid-19. Kapasitasnya bisa menyimpan hingga 800 ribu vaksin.

Baca Juga

"Tadi dua jam lalu sudah sampai di Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. Jumlah yang kami terima adalah 77.760 vaksin," ujar Herlin.

Herlin mengatakan, vaksin tersebut akan disimpan dan tidak akan didistribusikan sampai keluar surat izin pendistribusian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ketika surat izin pendistribusian tersebut dikeluarkan BPOM, Herlin mengatakan, Dinkes Jatim akan langsung mendistribusikan ke dinas kabupaten/kota untuk selanjutnya didistribusikan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah didaftar.

"Jadi saya ini menunggu info dari BPOM. Tentu memperhatikan efektivitas dan keamanan semuanya. Selama BPOM belum mengeluarkan ini maka kami tidak boleh mendistribusikan vaksin ini. Jadi masih tetap dalam kondisi terjaga oleh pihak keamanan," ujar Herlin.

Herlin mengatakan, vaksin Covid-19 yang diterima pada tahap pertama itu diprioritaskan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang turut merawat pasien Covid-19. Tidak hanya dokter dan perawat, termasuk juga sopir, tukang laundri, dan semua pihak yang dianggap posisinya paling rentan tertular Covid-19.

"Prioritas yang pertama ini adalah untuk SDM kesehatan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan ataupun yang bekerja di Dinas Kesehatan," ujar Herlin.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile