Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Produksi Gula 2020 Capai 2,13 Juta Ton

Selasa 05 Jan 2021 11:28 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengatakan, produksi gula tahun 2020 tercatat mencapai 2,13 juta ton. Capaian produksi itu mengalami penurunan dari posisi 2019 yang tercatat sebanyak 2,22 juta ton.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengatakan, produksi gula tahun 2020 tercatat mencapai 2,13 juta ton. Capaian produksi itu mengalami penurunan dari posisi 2019 yang tercatat sebanyak 2,22 juta ton.

Foto: WAHDI SEPTIAWAN/ANTARA
Produksi gula nasional turun dari 2,22 juta ton pada 2019 karena faktor cuaca.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengatakan, produksi gula tahun 2020 tercatat mencapai 2,13 juta ton. Capaian produksi itu mengalami penurunan dari posisi 2019 yang tercatat sebanyak 2,22 juta ton.

Kasdi mengatakan, salah satu faktor turunnya produksi dipengaruhi oleh cuaca. Kendati demikian, Kementan tetap fokus untuk menggenjot produksi tebu dalam negeri dengan langkah eksetensifikasi dan intensifikasi lahan perkebunan.

"Produksi kita 2,13 juta ton itu memang turun karena faktor cuaca," kata Kasdi kepada Republika.co.id, Selasa (5/1).

Kasdi menjelaskan, swasembada gula dikejar melalui upaya rawat raton seluas 75 ribu hektare dan bongkar raton 250 ribu hektare. Selain itu, juga dilakukan penambahan areal perkebunan tebu 50 ribu hektare.

Menurut Kasdi, dari hitungan luasan tersebut, bisa dihasilkan sekitar 676 tambahan produksi gula dalam negeri tentunya dengan dukungan investasi pabrik gula. Jumlah itu cukup untuk menutupi kekurangan pasokan gula konsumsi nasional saat ini.

Sebab, rata-rata produksi gula tebu untuk konsumsi rumah tangga baru berkisar 2,2 juta ton sementara rerata kebutuhan mencapai 2,8 juta ton.

 

Dalam kesempatan berbeda, Kemeterian Perdagangan mengungkapkan, harga gula dalam negeri diketahui lebih mahal 28,1 persen dari rata-rata harga pasar global. Sejumlah faktor menjadi pemicu tingginya harga gula yang harus ditanggung oleh konsumen.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile