Kamis 07 Jan 2021 23:32 WIB

UEA akan Lanjutkan Transportasi dan Perdagangan dengan Doha

Transportasi dan perdagangan dilanjutkan sejalan dengan perjanjian Al-Ula

Red: Nur Aini
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan negara itu akan segera melanjutkan transportasi dan perdagangan dengan Qatar.
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan negara itu akan segera melanjutkan transportasi dan perdagangan dengan Qatar.

 

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan negara itu akan segera melanjutkan transportasi dan perdagangan dengan Qatar.

Baca Juga

"Transportasi dan perdagangan antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk sejalan dengan perjanjian Al-Ula akan berlangsung dalam waktu seminggu setelah penandatanganan perjanjian," kata Anwar Gargash, Kamis (7/1).

Pada Selasa, Kota Al-Ula di barat laut Arab Saudi, menjadi tuan rumah KTT Teluk ke-41, yang menyaksikan pengumuman berakhirnya krisis Teluk yang telah berlangsung sejak 2017 antara Qatar dan Arab Saudi, Emirates, Bahrain dan Mesir.

"Perjanjian Al-Ula adalah hasil dari upaya Saudi dan mediasi Kuwait dengan AS, dan itu menetapkan mekanisme bagi beberapa komite untuk bekerja untuk menghapus prosedur boikot dalam waktu seminggu, selain jalur bilateral untuk mengatasi masalah antar negara," kata Gargash.

"Kami senang bahwa kami telah membalik halaman dari krisis ini dan kami menantikan masa depan Dewan Kerja Sama Teluk dan negara (UEA) sedang berupaya untuk melaksanakan perjanjian Al-Ula," ujarnya.

Pada Juni 2017, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir memberlakukan blokade darat, udara, dan laut di Qatar, menuduh negara itu mendukung terorisme. Qatar kemudian membantah tuduhan tersebut dan menganggapnya sebagai upaya untuk merusak kedaulatan negaranya.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/uea-akan-lanjutkan-transportasi-dan-perdagangan-dengan-doha/2102082
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
۞ وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۚ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًاۗ وَقَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مَعَكُمْ ۗ لَىِٕنْ اَقَمْتُمُ الصَّلٰوةَ وَاٰتَيْتُمُ الزَّكٰوةَ وَاٰمَنْتُمْ بِرُسُلِيْ وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّاُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَلَاُدْخِلَنَّكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, “Aku bersamamu.” Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”

(QS. Al-Ma'idah ayat 12)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement