Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kontras Minta Kapolri Baru Benahi Perlindungan HAM

Rabu 13 Jan 2021 01:43 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Divisi Advokasi Internasional Kontras Fatia Maulidiyanti (tengah).

Kepala Divisi Advokasi Internasional Kontras Fatia Maulidiyanti (tengah).

Foto: Republika/Prayogi
Kontras meminta kekerasan eksesif dalam penanganan aksi massa harus dihentikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyampaikan sejumlah masukan bagi calon kepala Polri (Kapolri). Salah satu masukan yang disampaikan kepada pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun per 1 Februari 2021, adalah tentang perbaikan sektor hak asasi manusia (HAM).

 

"Kapolri yang baru nantinya harus memulai tugasnya dengan secara serius melakukan pembenahan-pembenahan dalam sektor pemahaman dan perlindungan HAM oleh aparat kepolisian," kata Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa (12/1).

Fatia merinci, sektor HAM yang perlu dievaluasi adalah aturan di tingkat Polri yang membatasi kebebasan sipil masyarakat harus segera dicabut. Menurutnya, kewenangan tersebut terletak pada lembaga pembentuk undang-undang (UU), bukan Polri yang tugasnya sebagai pelaksana UU.

"Kemudian, kekerasan eksesif dalam penanganan aksi massa harus segera dihentikan," ujar Fatia.

Fatia juga mengingatkan, Kapolri baru nantinya harus bisa secara tegas memproses hukum anggotanya sendiri yang melakukan pelanggaran. Khususnya berupa penggunaan kekerasan yang tidak selaras dengan prinsip-prinsip HAM universal beserta Perkap Nomor 01 Tahun 2009.

Kemudian Fatia mengusulkan Kapolri baru harus menetapkan panduan bagi jajarannya perihal penindakan hukum terhadap sebuah ekspresi dengan jelas dan objektif. "Hal ini dibutuhkan untuk meminimalisasi disparitas dalam melakukan pemidanaan terhadap orang-orang yang mengemukakan ekspresinya," ucap Fatia.

Hingga kini, tiga kandidat calon Kapolri yang menguat, adalah Wakil Kapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigir Prabowo, dan Kepala Baharkam Polri Komjen Agus Andrianto.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile