Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Cara Mendapat Manisnya Iman kepada Allah SWT

Selasa 16 Feb 2021 10:13 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Esthi Maharani

Berdoa kepada Allah SWT (ilustrasi)

Berdoa kepada Allah SWT (ilustrasi)

Foto: Niranjan Shrestha/AP
Caranya dengan mencintai manusia karena Allah SWT dan mencintai Allah SWT serta Rasul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sederhananya, pengertian iman kepada Allah SWT adalah meyakini dan percaya dengan keberadaan Allah bersama semua sifatnya. Keyakinan itu dibuktikan dengan amal perbuatan yang nyata sesuai perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dalam sebuah sabda Nabi Muhammad SAW, dijelaskan cara mendapatkan manisnya iman kepada Allah SWT. Caranya dengan mencintai sesama manusia karena Allah SWT dan mencintai Allah SWT serta Rasul-Nya.

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجِدُ أَحَدٌ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ حَتَّى يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَحَتَّى أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ وَحَتَّى يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak akan mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, dan ia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Sehingga ia lebih suka dimasukkan ke dalam api dari pada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada yang lain." (HR Al-Bukhari)

Allah SWT akan mencintai orang yang mencintai-Nya dengan baik dan benar. Tatkala Allah SWT mencintai seseorang, Dia akan memerintahkan Malaikat Jibril.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي أَهْلِ الْأَرْضِ

"Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menyeru Jibril. Sesunggunya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia."

Maka Jibril pun mencintai orang tersebut, lalu Jibril menyeru kepada penghuni langit, "Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah fulan."

Maka penduduk langit pun mencintai orang tersebut, hingga akhirnya ditetapkan bagi fulan untuk diterima di bumi." (HR Al-Bukhari).

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile