Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dua Kecamatan Titik Banjir Terparah di Kabupaten Tangerang

Sabtu 20 Feb 2021 17:10 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah bocah bermain di Perumahan Mustika yang terendam banjir di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2020). Banjir akibat luapan sungai Cimanceuri yang terjadi sejak Selasa (19/5) siang tersebut mulai berangsur surut

Sejumlah bocah bermain di Perumahan Mustika yang terendam banjir di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2020). Banjir akibat luapan sungai Cimanceuri yang terjadi sejak Selasa (19/5) siang tersebut mulai berangsur surut

Foto: ANTARA/fauzan
Kecamatan Kelapa Dua dan Kecamatan Pasar Kemis jadi yang terparah

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang mengalami banjir pada Sabtu (20/2). Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, wilayah terparah dilanda banjir ada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kelapa Dua dan Kecamatan Pasar Kemis.

 

"Kalau titik terparah ada di Kecamatan Kelapa Dua dan Pasar Kemis," ujar Kosrudin saat dihubungi Republika, Sabtu (20/2).

Dia mengatakan, di Kecamatan Kelapa Dua, daerah dengan kondisi banjir yang parah diantaranya terjadi di daerah Bencongan dan Binong. Sementara itu, daerah terparah di Kecamatan Pasar Kemis adalah Gelam Jaya. "Di Gelam Jaya itu banyak perumahan yang boleh dibilang sejajar dengan Kali Cirarab," terangnya.

Kosrudin menyebut ketinggian air di titik-titik tersebut mencapai hingga 150 sentimeter (cm). Menurut penuturannya, titik-titik lainnya selain Kecamatan Kelapa Dua dan Pasar Kemis terbilang tak separah keduanya.

"Yang lainnya ada di Kecamatan Sepatan di sekitaran Perum Prima yang ada dekat Nagrak. Yang di Sukasari ada juga satu titik di Nuansa Mekarsari, kemudian ada di Sindang Jaya, lalu di Sukamulya dan lagi satu titik di Kronco. Tapi itu kecil-kecil, bahkan infonya seperti di Sukamulya sudah selesai," terangnya.

Secara keseluruhan, Kosrudin mengatakan ada sekitar 10 titik banjir di Kabupaten Tangerang. Namun titik evakuasi warga hanya di beberapa titik diantaranya. Diketahui, pihaknya mengerahkan kurang lebih 100 personel yang terjun ke lokasi banjir.

"Untuk evakuasi di beberapa titik saja karena warga sudah terbiasa. Ini kan rata-rata semua yang terkena banjir hari ini adalah sudah dalam tanda kutip berlangganan banjir tahunan, jadi tidak ada daerah baru yang tiba-tiba terkena banjir," ujar dia.

Sementara itu, terkait jumlah warga yang terdampak, Kosrudin mengatakan mencapai ribuan KK. Rata-rata dari mereka mengungsi ke fasilitas umum seperti masjid dan sekolah. Sebagian lainnya mengungsi ke rumah saudara yang tidak terkena banjir. Sementara sebagian juga bertahan di rumah yang berlantai dua.

Berdasarkan penuturannya, hingga saat ini belum ada informasi korban jiwa akibat banjir tersebut. "Sementara ini saya belum dapat info," tutupnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile