REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan strategi dalam rangka mensukseskan program vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Vaksinasi tahap kedua diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi.
Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, pada tahap pertama pertama, pihaknya melakukan pendataan terhadap seluruh kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi. Febri menjanjikan, pihaknya juga akan menambah fasilitas pelayanan proses vaksinasi.
“Untuk itu kita melakukan pendataan tempat umum mana saja yang memungkinkan digunakan untuk penyuntikan vaksin,” kata Febri di Surabaya, Ahad (21/2).
Artinya, kata Febri, penyuntikan vaksin tahap kedua tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan saja. Tetapi juga dilaksanakan di posko-posko yang didirikan di tempat umum. Posko yang disiapkan bakal didirikan di sekitar lokasi sasaran. Misalnya, pelaksanaan vaksin yang diperuntukkan bagi pedagang di pasar.
“Maka poskonya bisa dibangun di sekitar situ (pasar). Jadi supaya lebih dekat dan tidak mengganggu pekerjaan mereka. Jadi pada saat sudah ada jadwalnya siapa yang mendapatkan prioritas di situ akan kita buat posko,” ujarnya.
Febri menyebut, demi mempercepat pelaksanaan vajsinasi, penyuntikan juga bakal digelar juga di hari libur. Artinya vaksinasi akan dilakukan tujuh hari dalam sepekan. Menurutnya, hal itu menjadi penting dilakukan agar warga yang tidak bisa datang pada hari kerja dapat suntik vaksin di akhir pekan.
“Jadi kami pelayanannya Sabtu dan Minggu juga ada,” kata dia.