Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tiga Ribu Lebih KK di Tangerang Terdampak Banjir

Senin 22 Feb 2021 09:50 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah bocah bermain di kawasan banjir,  di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Banjir setinggi hingga 90 cm  tersebut terjadi akibat luapan kali Cimanceuri.

Sejumlah bocah bermain di kawasan banjir, di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021). Banjir setinggi hingga 90 cm tersebut terjadi akibat luapan kali Cimanceuri.

Foto: ANTARA/Fauzan
Rumah terendam banjir tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat 3.018 KK di Kabupaten Tangerang terdampak banjir yang terjadi sejak Sabtu (20/2). Data tersebut merupakan update per Senin (22/2/2021).

 

“Iya sekitar segitu (3.018 KK),” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin saat dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (22/2).

Berdasarkan data diterima Republika.co.id, jumlah KK yang rumahnya terendam banjir tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Meliputi Kecamatan Pasar Kemis, Sepatan, Cikupa, Kelapa Dua, Sukamulya, Curug, Kemiri, Sindang Jaya, Mauk, Rajeg, dan Pagedangan. Sementara itu, total lokasi banjir merendam rumah warga ada di 33 titik.

Kosrudin menjelaskan, kondisi banjir dari hari ke hari berangsur surut. Meski pada Senin (22/2) masih ada dua kecamatan dilanda banjir besar. Yakni di Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan.

“Semua sudah surut, bahkan sebagian kering. Tinggal di Kecamatan Pasar Kemis, tepatnya di Gelam Jaya dan Tomang, juga di Kecamatan Sepatan tepatnya di Perumahan Prima,” terang Kosrudin.

Di daerah Gelam Jaya saat ini diketahui ada sebanyak 55 jiwa yang mengungsi ke mushala. Adapun, jumlah pengungsi yang ada di Perumahan Prima sebanyak 50 jiwa. Sementara di Tomang data menunjukkan tidak ada pengungsi.

“Ketinggian air di ketiga titik itu sekitar 30 sampai 40 sentimeter (cm),” lanjutnya, menambahkan bahwa saat ini pihak BPBD Kabupaten Tangerang masih terus melakukan proses evakuasi terhadap sejumlah warga.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile