Senin 01 Mar 2021 20:28 WIB

Moon Jae-in: Olimpiade Tokyo Bisa Perbaiki Hubungan 4 Negara

Korea Selatan akan bekerja sama dengan Jepang untuk menyukseskan Olimpiade Tokyo.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in
Foto: AP/Jeon Heon-kyun/Pool European Pressphoto Ag
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan Olimpiade Tokyo dapat memberikan kesempatan untuk membuka kembali pembicaraan antara Korea Utara dan Amerika Serikat (AS), Korea Utara dan Jepang, dan kedua Korea, Senin (1/3). Hubungan Seoul dengan Pyongyang dan Tokyo memburuk setelah negosiasi denuklirisasi dengan Washington gagal pada 2019.

"Pertandingan yang dijadwalkan tahun ini dapat menjadi kesempatan untuk dialog antara Korea Selatan dan Jepang, Korea Selatan dan Utara, Korea Utara dan Jepang, dan Korea Utara dan Amerika Serikat," kata Moon di taman umum di Seoul tempat para pejuang kemerdekaan mendeklarasikan kemerdekaan pada 1919 dari penjajahan Jepang.

Baca Juga

Berbicara pada upacara yang menandai peringatan 102 tahun Hari Gerakan Kemerdekaan 1 Maret di Seoul, Moon juga mengatakan, Korea Selatan akan bekerja sama dengan Jepang untuk menyukseskan Olimpiade Tokyo. Upaya itu dinilai dapat membantu kedua negara pulih dari dampak pandemi virus corona.

"Saya berharap Korea dan Jepang dapat menghidupkan kembali ekonomi kita, yang dilanda pandemi Covid-19, dan bersama-sama menciptakan tatanan baru di era pasca-Covid-19," ujar Moon.

Berusaha mengambil keterlibatan dari Olimpiade Musim Dingin 2018, Seoul menaruh harapan besar pada Olimpiade Tokyo untuk merevitalisasi diplomasi dengan Pyongyang. Meskipun ada ketidakpastian atas pandemi virus corona dan penghentian pertukaran Korea Utara dengan dunia luar.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement