Selasa 09 Mar 2021 10:46 WIB

Demokrat Bengkulu Tuding KLB Moeldoko Ingin Hancurkan Partai

KLB kramak-kremuk tidak berani kegiatan di kota besar dan memilih di Deli Serdang.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama pengurus yang sah menyerahkan bukti ke Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Cahyo Rahadian Muzhar di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan Jakarta, Senin (8/3).
Foto: Prayogi/Republika.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama pengurus yang sah menyerahkan bukti ke Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Cahyo Rahadian Muzhar di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan Jakarta, Senin (8/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bengkulu, Elvin Yanuar Syahri menyerukan seluruh anggotanya tetap bekerja seperti biasa dan tidak terpengaruh isu kepemimpinan usai kongres luar biasa (KLB) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut), Jumat (5/3). Di KLB abal-abal tersebut, Moeldoko ditunjuk sebagai ketua umum Demokrat.

Elvin menegaskan, Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bengkulu tetap mematuhi keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan DPP Partai Demokrat kepemimpinan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Seluruh anggota fraksi bekerja saja seperti biasa. Perjuangkan aspirasi rakyat dan tidak usah terpengaruh isu-isu dualisme. Kita tetap setia pada Ketum AHY," kata Elvin di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Selasa (9/3).

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu itu menuding, pelaksanaan KLB di Sumut melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), dan sengaja dirancang sekelompok orang di luar partai yang menginginkan Demokrat hancur mejelang pelaksaan Pemilu dan Pilpres 2024. Untuk itu dia meminta anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bengkulu bersatu.