Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kapolda Jabar: Tindak Tegas Bila Ada Warga Tolak Isolasi

Sabtu 13 Mar 2021 11:15 WIB

Red: Hiru Muhammad

Sejumlah santri beraktivitas sambil menjalani isolasi massal di dalam pondok pesantren Abbdurrahman Basuri, Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). Pondok pesantren tersebut ditutup untuk umum setelah 73 santrinya terkonfirmasi positif COVID-19 dan selanjutnya pesantren tersebut diisolasi dengan memberlakukan PPKM skala mikro atau lockdown.

Sejumlah santri beraktivitas sambil menjalani isolasi massal di dalam pondok pesantren Abbdurrahman Basuri, Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). Pondok pesantren tersebut ditutup untuk umum setelah 73 santrinya terkonfirmasi positif COVID-19 dan selanjutnya pesantren tersebut diisolasi dengan memberlakukan PPKM skala mikro atau lockdown.

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
Sampai saat ini belum ada laporan adanya warga yang membandel menolak isolasi

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU--Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri meminta kepada petugas untuk menindak tegas apabila ada warga yang menolak isolasi setelah terpapar Covid-19, karena bisa membahayakan lainnya."Kalau seandainya ada yang (terpapar) dan diperkirakan menularkan kepada warga sekitarnya, serta masih membandel (untuk isolasi), petugas harus memberi tindakan tegas, karena ini untuk kesehatan bersama," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri di Indramayu, Sabtu (13/3).

Dofiri mengatakan petugas telah dibekali hukum, ketika ada warga yang membandel menjalani isolasi dan dikhawatirkan menyebarkan virus, maka harus segera diberikan tindakan tegas. Namun kata Dofiri, sampai saat ini belum ada laporan adanya warga yang membandel ketika akan dilakukan isolasi dan kesadaran masyarakat juga cukup tinggi."Pandemi itu tidak boleh main-main undang-undangnya ada, dan kesadaran masyarakat cukup tinggi, sehingga sampai saat ini saya tidak mendapat laporan adanya penolakan dari orang yang terkena Covid-19," tuturnya.

Dia juga mengapresiasi adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di beberapa daerah, yang bisa menurunkan angka penularan Covid-19. Irjen Pol Dofiri pada Sabtu (13/3) melakukan kunjungan ke beberapa daerah yang menerapkan PPKM mikro, dan dari hasil tinjauannya di Subang, Majalengka serta Indramayu, penanganan Covid-19 rerata sudah semakin baik."Saya habis dari Subang, Majalengka dan terakhir Indramayu untuk memonitor PPKM mikro, tapi rerata perkembangannya baik sekali, penurunan kasus Covid-19 sangat signifikan," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile