Senin 15 Mar 2021 09:18 WIB

Menteri Trenggono: Impor Garam Sudah Diputuskan  

Persoalan garam di Indonesia ini tidak kunjung selesai, karena adanya perbedaan data.

Red: Agus Yulianto
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi produksi garam.
Foto: dok kkp
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi produksi garam.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu lalu. Namun, saat ini pihaknya masih menunggu data terkait kebutuhan garam di Indonesia.

"Impor garam sudah diputuskan melalui rapat Menko (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)," kata Menteri Trenggono di Indramayu, Ahad (15/3).

Menurutnya, saat ini, pihaknya masih menunggu data terkait kebutuhan garam di Indonesia. Ini karena ketika sudah didapati kekurangannya, maka itu yang akan di impor. 

Menurut dia, impor garam yang dilakukan juga sesuai neraca perdagangan, sehingga kebutuhan garam dalam negeri itu bisa terpenuhi. "Nanti misalnya kekurangannya berapa, itu baru bisa diimpor, kita menunggu itu. Karena itu sudah masuk dalam undang-undang cipta kerja," ujarnya.